PENERAPAN MODEL KONSELING ANAK USIA DINI DENGAN METODE STORY TELLING ISLAMI UNTUK MENGATASI KECENDERUNGAN AGRESIF ANAK DI TPA AL-IKHLAS DESA SUAK INDRAPURI ACEH BARAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENERAPAN MODEL KONSELING ANAK USIA DINI DENGAN METODE STORY TELLING ISLAMI UNTUK MENGATASI KECENDERUNGAN AGRESIF ANAK DI TPA AL-IKHLAS DESA SUAK INDRAPURI ACEH BARAT


Pengarang

FARANISA NURFADILAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1506104030038

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Bimbingan dan Konseling (S1) / PDDIKTI : 86201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Setiap anak mengalamai tahapan-tahapan yang berbeda pada saat tumbuh kembangnya. Salah satu bentuk perbedaan tersebut adalah munculnya kecenderungan perilaku agresif, di mana hal ini sering dikaitkan dengan adanya perasaan marah dan melukai orang lain, baik dalam bentuk fisik, verbal, maupun secara pasif. Metode Story Telling merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengatasi bentuk-bentuk agresif yang terjadi pada anak. Melalui bercerita kita dapat memberi contoh pada anak bagaimana menyikapi suatu permasalahan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan metode Story Telling dapat mengatasi kecenderungan agresif pada anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah seluruh anak pada kelompok iqra di TPA Al-Ikhlas desa suak indrapuri Aceh Barat. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara yang dilakukan pada waktu sebelum dan sesudah pemberian Story Telling. Berdasarkan data observasi dan wawancara awal sebelum diberikan metode Story Telling, sebagian besar anak pada kelompok iqra terdeteksi melakukan kecenderungan agresif setiap harinya seperti, memukul,mendorong,berkelahi, merusak barang, mecubit, berkata kotor, mencaci memaki, tidak peduli, menolak berbicara, dan mengancam. Metode Story Telling diberikan sebanyak delapan kali pertemuan. Hasil analisis data yang diperoleh dari observasi dan wawancara menunjukan bahwa terjadi penurunan kecenderungan agresif setelah diberikan metode Story Telling, seperti sudah berkurangnya perilaku mendorongan, memukul, berkelahi, berkata kotor, mencaci maki, dll. Hal ini menjelaskan bahwa penerapan metode Story Telling dapat mengatasi kecenderungan agresif anak di TPA AL-Ikhlas Aceh Barat.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK