DETERMINAN KETERGANTUNGAN IMPOR BERAS DI INDONESIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

DETERMINAN KETERGANTUNGAN IMPOR BERAS DI INDONESIA


Pengarang

Sahrul Paipan - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1501101010017

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan (S1) / PDDIKTI : 60201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Judul : Determinan Ketergantungan Impor Beras di indonesia
Nama : Sahrul Paipan
BIM : 1501101010017
Fakultas/Jurusan : Ekonomi dan Bisnis
Dosen Pembimbing : Dr. Muhammad Abrar, S.E, M. Si
Beras merupakan kebutuhan pokok utama bagi penduduk Indonesia, namun untuk
mencukupi kebutuhan permintaan beras pemerintah terlalu bergantung pada
kebijakan impor. Penelitian ini bertujuan untuk melihat determinan dan kondisi
ketergantungnan impor beras di Indonesia periode 1992 – 2017 menggunakan
Model ECM untuk melihat determinan impor, sedangakan Metode ISP dan IDR
untuk melihat kondisi ketergantungan impor beras. Hasil Penelitian ini
menunjukkan dalam jangka panjang Produksi Beras Nasional (PBN) tidak
signifikan untuk mempengaruhi impor beras, namun dalam jangka pendek
signifikan dan positif. Konsumsi Beras Nasional (KBN), Apresiasi Rupiah (NT),
Cadangan Devisa (CD) dan Harga Beras Domestik (HBD) berhubungan positif
dan signifikan dalam jangka panjang maupun jangka pendek untuk mempengaruhi
impor beras, sedangkan PDB berhubungan negatif dalam jangka panjang maupun
jangka pendek untuk mempengaruhi impor beras dan Harga Relatif (HR) tidak
signifikan baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek untuk
mempengaruhi impor beras. Kondisi ketergantungan impor beras di Indonesia
yang ditunjukkan dengan nilai IDR rata-rata sebesar 3,5 persen pertahun,
sedangkan nilai ISP indonesia rata-rata -0,9 pertahunnya. Harga beras yang terlalu
tinggi menyebabkan penyerapan beras oleh BULOG kurang maksimal sehingga
mendorong pemerintah melakukan impor beras, diharapkan ada kebijakan dari
pemerintah untuk mampu menekan harga beras dalam negeri dengan pemberian
subsidi pupuk, benih, pengenalan teknolgi pertanian serta transparansi harga beras
agar biaya produksi dan harga beras di Indonesia dapat turun sehingga impor
beras bisa dihentikan.
Kata Kunci: Impor Beras, Model ECM, ISP, IDR.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK