<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="66044">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN SEBARAN HUTAN PINUS EKSISTING BERDASARKAN POLA RUANG DAN ARAHAN FUNGSI KAWASAN DI KECAMATAN BLANGJERANGO KABUPATEN GAYO LUES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Reza Febri Pramanta</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kabupaten Gayo Lues adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh yang memiliki hutan pinus yang tumbuh secara alami. Saat ini kondisi hutan pinus alam di Kabupaten Gayo Lues memiliki luas 64.294,17 ha, mengalami kerusakan akibat pengelolaan yang tidak memperhatikan aspek kelestarian, kebiasaan menebang hutan untuk dijadikan lahan perkebunan dan pembakaran hutan yang dilakukan masyarakat secara turun temurun.&#13;
Untuk dapat mengamati dan mengidentifikasi perubahan sebaran pinus di Kecamatan Blangjerango, diperlukan pemetaan sebaran pinus yang mampu memberi gambaran informasi kondisi sebaran pinus secara akurat dan secara umum dapat dijadikan panduan bagi pihak-pihak terkait dalam pengambilan keputusan agar pengelolaan pinus di Kecamatan Blangjerango tetap lestari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik survei. Klasifikasi sebaran pinus eksisting berdasarkan klasifikasi penutupan lahan Standar Nasional Indonesia 2010.&#13;
Hasil penelitian sebaran pinus eksisting memiliki 4 kelas yaitu rapat, sedang, jarang dan sangat jarang, yaitu masing-masing luasnya pinus rapat 3.332,16 ha, pinus sedang 1.561,09 ha, pinus jarang 1.322,61 ha dan pinus sangat jarang 964,15 ha. &#13;
Sebaran pinus eksisting berdasarkan pola ruang Kecamatan Blangjerango, yang paling luas terdapat pada pertanian lahan kering yaitu seluas 2.602,78 ha atau 36,25% dan paling kecil pada kawasan pertahanan dan keamanan seluas 1,10 ha atau 0,02% dari total luas Kecamatan Blangjerango.&#13;
Berdasarkan arahan fungsi kawasan Kecamatan Blangjerango diperoleh sebaran pinus yang paling luas adalah kawasan area penggunaan lain yaitu pinus rapat 2.278,85 ha pinus sedang 1.096,20 ha, pinus jarang 965,90 ha dan pinus sangat jarang 518,64 ha atau 12,71 % dan luasan paling kecil pada kawasan hutan lindung yaitu pinus rapat 46,86 ha pinus sedang 3.74 ha, pinus jarang 17,54 ha dan pinus sangat jarang 33,93 ha atau 0,27 % dari total luas Kecamatan Blangjerango.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>66044</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-27 14:36:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-27 15:12:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>