<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="65964">
 <titleInfo>
  <title>LUAS PERMUKAAN VILI USUS HALUS AYAM KAMPUNG (GALLUS DOMESTICUS) YANG TERINFEKSI ASCARIDIA GALLI SECARA KRONIS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Helena</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>LUAS PERMUKAAN VILI PADA USUS HALUS AYAM KAMPUNG (Gallus domesticus) YANG TERINFEKSI Ascaridia galli &#13;
SECARA KRONIS&#13;
&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas permukaan vili usus ayam kampung yang terinfeksi Ascaridia galli secara kronis. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah feses ayam kampung serta usus halus ayam kampung yang terdiri atas duodenum, jejenum, ileum dari tiga ayam kampung dengan kriteria terinfeksi Ascaridia galli secara kronis. Feses kemudian diperiksa menggunakan metode sentrifus dan dihitung jumlah telur cacingnya menggunakan metode McMaster. Usus halus kemudian dibuat menjadi preparat histopatologi dan diwarnai dengan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE). Setelah itu dilakukan pengukuran luas permukaan vili menggunakan metode Sakamoto (2000). Hasil menjukkan bahwa luas permukaan vili pada bagian duodenum yaitu 4,32 ± 0,15 (10-³ mm), usus halus bagian jejenum yaitu 11,21 ± 8,39 (10-³ mm)  dan pada usus halus bagian ileum yaitu 2,04 ± 0,25 (10-³ mm). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa diantara ketiga bagian usus halus, duodenum merupakan bagian yang luas permukaannya lebih tinggi mengalami deskuamasi pada epitel vili dikarenakan larva stadium L3 tidak dapat masuk ke dalam mukosa duodenum.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: Histopatologi usus halus, ayam kampung, Ascaridia galli dan kronis&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>65964</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-22 09:18:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-22 09:59:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>