PENGARUH WAKTU PEREBUSAN SERAT TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA SERAT ALAM KULIT BUAH PINANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH WAKTU PEREBUSAN SERAT TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA SERAT ALAM KULIT BUAH PINANG


Pengarang

Frendy Imanuddin - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1304102010009

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pengaruh Waktu Perebusan Serat Terhadap Sifat Fisik dan Kimia Serat Alam Kulit Buah Pinang


Oleh

Frendy Imanuddin
1304102010009
Keahlian Pembentukan dan Material
Abstrak



Komposit merupakan kombinasi antara dua atau lebih material untuk mendapat sifat antara kedua atau lebih material tersebut. Matrik yang umum digunakan adalah polimer berbahan resin dan penguat serat sintetis berbahan dasar serat karbon. Namun penggunaan kedua jenis material tersebut akan mengakibatkan masalah bagi lingkungan karena sulitnya terdegradasi oleh alam. Serat alam yang digunakan sebagai penguat komposit adalah pengganti yang baik karena sifatnya yang unik dan jumlahnya yang melimpah. Serat alam buah pinang dapat langsung digunakan sebagai penguat pada komposit polimer tetapi ikatan antar bahan kurang baik. Untuk meningkatkan kesesuaian serat alam dan matrik dilakukan modifikasi permukaan serat alam,Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki perubahan sifat fisik dan kimia dari serat kulit buah pinang kering akibat pengaruh waktu perebusan (Boil), serat kulit buah pinang direbus pada suhu 100? dengan variasi waktu 1 jam, 3 jam, 6 jam, dan 9 jam dibandingkan dengan serat kulit buah pinang kering yang tidak direbus. Kemudian serat yang telah di rebus dikeringkan selama 2 hari dan dilanjutkan pengeringan dalam dapur pemanas pada temperatur 150? selama 30 menit. Perubahan sifat fisik yang dianalisa adalah massa jenis dan kelembaban, kristalin dengan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan sifat kimia menggunakan Fourier Tranform Infrared (FTIR), eksotermik serat menggunakan Difference Scanning Callorimetry (DSC) dan morfologi serat dengan bantuan Scanning Electron Microscop (SEM) kemudian dibandingkan dengan sifat fisik dan sifat kimia serat alam kulit buah pinang yang tidak diberi perlakuakan (Untreated). Serat kulit buah pinang yang diberi perlakuan(treated) perebusan menunjukkan terjadinya perebuhan sifat fisik dan sifat kimia pada serat, seperti indek kristal 6 jam yang meningkat sebesar 17 % dibandingkan tanpa perlakuan, ikatan senyawa pada 9 jam yang berkurang puncak selulosa muncul pada 1080,85 cm-1 dibandingkan tanpa perlakuan selulosa muncul pada puncak 1087,85 cm-1, stabilitas terhadap thermal dan permukaan serat menjadi lebih halus dibandingkan dengan serat kulit buah pinang tanpa perlakuan.

Kata kunci: Serat Alam, Kulit Buah Pinang, Perlakuan Fisik, Sifat Fisik, Kristalin

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK