KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA BERDASARKAN STRATEGI BRANSFORD-STEIN MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA BERDASARKAN STRATEGI BRANSFORD-STEIN MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING


Pengarang

DESY SULFIANA, S.PD.I - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1609200160036

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Pendidikan Matematika Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kemampuan pemecahan masalah terintegrasi dalam setiap studi matematika, dan menjadi salah satu tujuan yang harus dicapai dalam pembelajaran matematika. Namun, kemampuan pemecahan masalah masih belum menjadi fokus dan optimal dalam pembelajaran saat ini. Terutama pada masalah matematika non rutin. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk kemampuan pemecahan masalahamodel Problem Based Learning (PBL). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tahapan pemecahan masalah menurut Bransford & Stein yaitu identify, define, explore, act, dan look back (IDEAL) melalui model PBL ditinjau dari tipe berpikir siswa. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa ditinjau dari tipe berpikirnya. Pendekatan penelitian ini yaitu mix method dengan model sequential exploratory design. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas VII SMPN 1 Jeumpa yang berjumlah 36 siswa. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Terdiri dari enam orang siswa yang dipilih berdasarkan tipe proses berpikirnya,yaitu konseptual, semikonseptual, dan komputasional. Data diperoleh berdasarkan hasil tes pemecahan masalah dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemecahan masalah yang dilakukan siswa sudah sesuai dengan tahapan IDEAL. Siswa dapat melakukan identify masalah, define problem,melakukan explore yang sesuai, melaksanakan atau act strategi berdasarkan konsep, serta menarik kesimpulan dari hasil yang telah diperoleh yaitu look back. Namun, masih terdapat kekurangan pada tahap memeriksa kembali dan penentuan strategi. Hal ini terjadi karena siswa tidak terbiasa melakukannya. Tingkat kemampuan pemecahana masalah siswa bervariasi. Siswa dengan tipe berpikir konseptual adalah siswa yang tingkat kemampuan berpikirnya berkategori tinggi. Siswa dengan tipe berpikir semikonseptual adalah siswa yang tingkat kemampuan berpikirnya berkategori sedang. Siswa dengan tipe berpikir komputasional adalah siswa yang tingkat kemampuan berpikirnya berkategori rendah. Implikasi penelitian ini yaitu, melalui penerapan PBL dan tahapan IDEAL guru dapat menggunakannya untuk menilai kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK