<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6560">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNSYIAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>indriazel syaputri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang : Berat  badan  berlebih  dan  obesitas  menimbulkan  berbagai masalah kesehatan kronik. Risiko tersebut meningkat seiring dengan peningkatan indeks  massa  tubuh.  Akhir-akhir  ini  banyak  diteliti  mengenai  keterkaitan  indeks massa tubuh dengan pola makan dan aktivitas fisik. Hasil penelitian menunjukkan indeks  massa  tubuh  dipengaruhi  oleh  kelebihan  konsumsi  makanan  yang bersumber  energi  yang  tinggi,  seperti  kelebihan  karbohidrat  dan  lemak,  tanpa diikuti aktivitas yang cukup.&#13;
Metode:  Dilakukan  penelitian  cross  sectional  pada  89  mahasiswa  Fakultas Kedokteran UNSYIAH, 31 orang angkatan 2008, 28 orang angkatan 2009 dan 30 orang  angkatan  2010.  Pengambilan  sampel  dilakukan  dari  bulan  September  – Desember  2011.  Dilakukan  pengukuran  tinggi  badan,  berat  badan  dan  pengisian kuesioner pola makan dan aktivitas fisik.  Hasil:  Sampel  yang  memiliki  indeks  massa  tubuh  berlebih  (overweight  dan obesitas) lebih banyak memiliki pola makan yang buruk daripada mahasiswa yang memiliki  IMT  normoweight.  Kemudian  didapatkan  sampel  yang  memiliki  IMT overweight dan obese lebih banyak memiliki aktivitas fisik ringan yaitu 35 orang (76.1%)  kemudian  aktivitas  fisik  sedang  21  orang  (23.6%).  Hasil  penelitian analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan pola makan (p=0.012). Namun, analisis bivariat antara indeks massa tubuh  dengan  aktivitas  fisik  tidak  didapatkan  hubungan  yang  signifikan (p=0.710). Kesimpulan:  Terdapat  hubungan  antara  indeks  massa  tubuh  dengan  pola  makan pada penelitian ini. Tetapi tidak didapatkan hubungan antara indeks massa tubuh dengan aktivitas fisik pada penelitian ini.  Kata kunci: indeks massa tubuh, aktivitas fisik, pola makan dan obesitas</note>
 <subject authority="">
  <topic>BODY MASS INDEX</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DIET- HEALTH</topic>
 </subject>
 <classification>613.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>6560</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-06-19 22:49:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-09-18 14:49:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>