<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6557">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN MIKROSKOPIS PENYEMBUHAN LUKA BAKAR YANG DIBERI GERUSAN DAUN KEDONDONG (SPONDIAS DULCIS FORST.) PADA MENCIT (MUS MUSCULUS L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahmad Hidayat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran mikroskopis penyembuhan luka bakar yang diberi gerusan daun kedondong (Spondias dulcis Forst.) pada mencit (Mus musculus L). Hewan yang digunakan dalam penelitian ini adalah mencit strain Balb C umur 3-4 bulan dengan berat badan 25-35 gram sebanyak 27 ekor yang dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan, masing-masing kelompok terdiri dari 9 ekor mencit yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok gerusan daun kedondong dengan aquabides dan kelompok gerusan daun kedondong dengan santan kental. Luka bakar dibuat dengan menggunakan solder listrik pada daerah abdomen dengan diameter 1,5 cm. Perawatan luka bakar dilakukan dua kali sehari dengan tiga perlakuan yang berbeda. Pengambilan sampel kulit mencit dilakukan pada hari ke-7, 14 dan 21. Parameter yang diamati adalah distribusi jaringan ikat kolagen yang terbentuk pada proses penyembuhan luka bakar yang diobati dengan tiga perlakuan yang berbeda. Hasil pengamatan mikroskopis pada masing-masing kelompok dilaporkan secara deskriptif, menunjukkan bahwa jaringan parut yang terbentuk pada kulit yang diolesi gerusan daun kedondong dengan santan kental lebih sedikit dan jaringan  ikat kolagen yang terbentuk lebih padat dan kompak dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif dan kelompok gerusan daun kedondong dengan aquabides. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa proses penyembuhan luka bakar lebih cepat terjadi pada kelompok gerusan daun kedondong dengan santan kental dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif dan kelompok gerusan daun kedondong dengan aquabides.</note>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICINAL PLANTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BURNS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.17</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>6557</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-06-19 18:41:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-11-02 15:33:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>