<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="65566">
 <titleInfo>
  <title>KAJI PENGARUH PEMBALIKAN TELUR TERHADAP PERSENTASE PENETASAN PADA INKUBATOR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M RAJA FAZIL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kaji Pengaruh Pembalikan Telur Terhadap persentase Penetasan Pada Inkubator&#13;
&#13;
&#13;
M Raja Fazil&#13;
1304102010086&#13;
&#13;
&#13;
Abstrak&#13;
&#13;
&#13;
Seiring bertambahnya penduduk khususnya di provinsi Aceh setiap tahunnya maka bertambah tinggi permintaan akan kebutuhan konsumsi, kebutuhan kosumsi dapat di peroleh dari berbagai sumber salah satunya dari telur. Pada tahun 2016 kosumsi telur mencapai 60 g/kapita/hari dan terus meningkat tiap tahunya, peningkatan kosumsi telur harus diiringi dengan ketersedian telur yang terpenuhi dengan cara menambah jumlah induk unggas. dengan demikian sangatlah tepat untuk digunakan inkubator telur untuk meningkatkan jumlah induk dan dapat digunakan oleh usaha peternak dan masyarakat di perdesaan, bedasarkan permasalahan tersebut penulis akan mengkaji satu unit inkubator untuk membandingkan persentase penetasan pada inkubator dengan memposisikan peletakan sumber pemanas (lampu pijar) di atas dan di alas dengan metode pembalikan telur dan tanpa pembalikan telur, dimana pada masing masing metode dilakukan dua kali pengujian. adapun  pada kajian ini penulis mengupayakan penyeragaman temperatur pada rak A1, rak B1 dan rak A2, rak B2. Setelah dilakukan pengujian di dapatkan hasil  penetasan telur paling tinggi pada metode pembalikan dengan persentase penetasan yang paling besar  pada Inkubator dengan metode pembalikan 95% Telur Bebek, 92,5% Telur Ayam dan 92,5% Telur Puyuh. Kemudian tanpa pembalikan 82% Telur Bebek, 87% Telur Ayam dan 95% Telur Puyuh.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Inkubator telur, Temperatur, Kelembaban.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>65566</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-10-18 11:20:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-10-18 14:06:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>