<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="65526">
 <titleInfo>
  <title>MODEL KEMITRAAN PENYULUHAN PERTANIAN DALAM UPAYA MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN BENIH PADI DITINGKAT PETANI (KASUS:</title>
  <subTitle>PETANI PENANGKAR BENIH PADI VARIETAS IPB 3S DI ACEH)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Setia Budi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Doktor Ilmu Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
Penelitian  ini  bertujuan untuk; (1) Mengetahui pola kemitraan penyuluhan  pertanian, (2) Mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi kemandirian benih ditingkat petani melalui pola kemitraan penyuluhan pertanian, (3) Mengetahui  hubungan pola kemitraan penyuluhan pertanian dalamupaya mewujudkan kemandirian benih ditingkat petani,  serta (4) Mengetahui dan menganalisis dampak penerapan model kemitraan penyuluhan pertanian dalam mewujudkan kemandirian benih ditingkat petani. Metode penelitian yang digunakan meliputi metode penelitian kuantitatif dan kualitatif sampel  penelitiann 128 petani penangkar benih padi di Kabupaten Aceh Utara. Analisis data untuk mendapatkan model mengunakan  Structural Equation Modeling (SEM) dan studi kasus dengan pendekatan diskriptif kualitatif yang pengukuran data mengunakan skala likert. Hasil Penelitian menunjukkan: Peranan pihak mitra (Pemerintah, Perguruan Tinggi, Swasta, Kelembagaan ditingkat petani) dalam model penyuluh pertanian terhadap  petani penangkar benih padi berperan baik. Secara berurutan  berdasarkan jenjang peran para mitra dalam pelaksanaan pola kemitraan penyuluhan  sebagai berikut; (1) peran Kelembagaan tingkat petani, (2) Peran pemerintah (3) peran pihak Perguruan tinggi, serta (4) peran Pihak Swasta. Pelaksanaan penyuluhan pertanian,  karakteristik Inovasi pertanian,  lingkungan sosial budaya, dan lingkungan fisik dipersepsikan oleh petani penangkar benih berperan dalam keberlanjutan ketersedian benih unggul ditingkat petani. Karakteristik ekonomi, pasar hasil produksi, kesadaran terhadap kebutuhan, kedinamisan petani, dan komitmen petani berperan dalam mewujudkan kemandirian benih ditingkat petani. Kemitraan penyuluhan pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan ketersediaan benih sebesar 30,9 % dengan Probabilitas sebesar 0,011. Kemitraan penyuluhan pertanian selain berpengaruh terhadap keberlanjutan ketersedian benih juga berpengaruh terhadap kemandirian benih ditingkat petani sebesar 37,2% dengan probabilitas 0,007. Pola kemitraan memiliki hubungan signifikan dalam upaya mewujudkan kemandirian benih di tingkat petani. Kemandirian benih ditingkat petani  memiliki hubungan yang erat dengan pola kemitraan penyuluhan pertanian. Secara umum Dampak pola kemitraan penyuluhan pertanian yang dirasakan baik oleh petani penangkar benih padi di Provinsi Aceh Indonesia secara berurutan  sebagai berikut; (1) peningkatan produksi dan (2) peningkatan ketrampilan budidaya, (3) ketersedian benih unggul secara lokal dinilai sangat baik oleh petani penangkar, sedangkan (4) penguatan kelompok dan (5) pemasaran hasil produksi berada pada ketegori baik. Memberdayakan petani penangkar benih dengan pola penyuluhan kemitraan untuk mewujudkan kemandirian benih unggul ditingkat petani satu dari sekian banyak solusi strategis dalam pembangunan pertanian. Menggalakkan model kemitraan penyuluhan pertanian untuk memperkuat ketersedian benih unggul secara lokal diseluruh Indonesia menjadi langkah tepat untuk  mewujudkan ketahanan dan kadaulatan pangan&#13;
&#13;
Kata kunci: model penyululuhan, kemitraan, benih padi, kemandirian petani</note>
 <subject authority="">
  <topic>SEEDS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL WORKERS</topic>
 </subject>
 <classification>338.16</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>65526</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-10-15 09:33:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-01-16 11:29:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>