<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="65390">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN YANG MENDOMINASI DI PERAIRAN KUALA GIGIENG ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SITI AMINAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Penelitian ini mengkaji tentang hubungan panjang berat dan faktor kondisi tiga jenis ikan yang ditemukan diperairan Kuala Gigieng, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan panjang berat ikan  dan faktor kondisi ikan belanak (Mungil cephalus), ikan Kerong-kerong (Terapon jarbua) dan ikan Bolo-bolo (Atherinomorus lacunosus) sehingga dapat diketahui pola pertumbuhannya masing-masing. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan April sampai Mei 2019 sebanyak 5 lokasi sampling dengan menggunakan jaring insang. Sampel ikan kemudian diukur panjang dan ditimbang beratnya. Ikan M. cephalus, ikan T. jarbua, dan ikan A. lacunosus memiliki panjang berkisar antara&#13;
74.5 mm sampai 190 mm, 37.3 mm sampai 128.7 mm dan 56.3 mm sampai 71.3  mm. Sedangkan berat ikan berkisar 11 gram sampai 66 gram, 3 gram sampai 30 gram, 5 gram sampai 8 gram. Model yang digunakan adalah stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai b ikan M. cephalus, ikan T. jarbua, dan ikan A. lacunosus yaitu 2.067, 1.126, 1.850. ikan belanak (M. cephalus) memiliki nilai b tertinggi dari hasil tersebut dan ketiga jenis ikan tersebut memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif (b</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>65390</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-10-07 13:24:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-10-07 14:22:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>