Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
JARINGAN SOSIAL ANTAR TOKE PERTAMBANGAN EMAS DI KECAMATAN GEUMPANG KABUPATEN PIDIE
Pengarang
Ainal Mardhiah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1210101010102
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
302.3
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Pertambangan emas di Kecamatan Geumpang Kabupaten Pidie ramai sejak tahun 2007 hingga kini. Kegiatan pertambangan ini memberikan berbagai persoalan, baik masalah sosial ekonomi maupun masalah lingkungan. Tentu saja kelompok penambang mencari keuntungan dan perlindungan atas kegiatannya melalui jaringan maupun relasi dengan para penambang lain maupun petugas setempat. Jaringan sosial memiliki konsep menunjukkan suatu hubungan sosial yang diikat oleh adanya kepercayaan dan kepercayaan itu dipertahankan dan dijaga oleh norma-norma yang ada. Pada dasarnya jaringan sosial terbentuk karena adanya rasa saling tahu, saling menginformasikan, saling mengingatkan, dan saling membantu dalam melaksanakan ataupun mengatasi sesuatu. Jaringan sosial menilai bahwa setiap aktor individu atau kelompok memiliki akses berbeda terhadap sumber daya kekayaan, kekuasaan dan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan jaringan sosial antar toke pertambangan emas di Kecamatan Geumpang Kabupaten Pidie. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Keterlekatan Sosial (Social Embeddedness). Dalam teori ini disebutkan bahwa aktor merupakan pengusaha utama yang memiliki agen-agen lain dalam jaringan usahanya. Penelitian ini juga ingin menggambarkan bagaimana proses terjalinnya jaringan ataupun relasi antar sesama pemilik modal dan juga masyarakat dalam menjalankan aktivitas pertambangan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder, dengan teknik pengumpulan data melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam praktek pertambangan emas selalu dibutuhkan berbagai jaringan relasi agar usaha pertambangan emas berjalan lancar. Dengan terjalinnya jaringan inilah mereka bisa menghasilkan keuntungan baik antar sesama kelompok penambang maupun perseorangan.
Kata kunci : Jaringan sosial; Pertambangan emas; Kecamatan Geumpang
Tidak Tersedia Deskripsi
KEBIJAKAN PEMERINTAH PIDIE TERKAIT PENAMBANGAN EMAS ILLEGAL DI KECAMATAN MANE (MULIANI, 2016)
PERUBAHAN SOSIAL EKOLOGI SEBAGAI DAMPAKRNPERTAMBANGAN EMAS DI DESA PANTON LUASRNKECAMATAN SAWANG KABUPATENRNACEH SELATAN (ABDURRAHMAN, 2021)
ANALISIS KANDUNGAN MERKURI PADA IKAN BARBODES SCHIIWANENFELDI DAN OSTEOCHILLUS HASSELTI PADA ALIRAN SUNGAI GEUMPANG DI KAWASAN KECAMATAN GEUMPANG DAN KECAMATAN MANE KABUPATEN PIDIE (Hendriansyah, 2018)
PERTAMBANGAN EMAS ILEGAL DI NAGAN RAYARN RN(PEMETAAN DAMPAK SOSIAL, EKONOMI, LINGKUNGAN DI GAMPONG KABURNTUNONG, KECAMATAN SEUNAGAN TIMUR, KABUPATEN NAGAN RAYA) (Syarifah Munawarah, 2022)
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN PERTAMBANGAN EMAS DI DESA ALUE BARO KECAMATAN MEUKEK KABUPATEN ACEH SELATAN (Rahmatin Syandra U, 2017)