<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="65296">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>WAWAN KURNIAWAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
WAWAN KURNIAWAN,  STUDI KASUS MENGENAI PUTUSAN &#13;
2019  BEBAS DALAM PERKARA &#13;
PELECEHAN SEKSUAL (PUTUSAN &#13;
MAHKAMAH AGUNG NOMOR 04K/&#13;
JN/2018)&#13;
Fakultas Hukum, Universitas Syiah Kuala&#13;
(iv,67) pp,,bibl,app.&#13;
(Nursiti, SH., M.Hum.)&#13;
Pasal 47 jo. Pasal 1 angka 27 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang &#13;
Hukum Jinayat  mengatur bahwa  barang siapa  yang melakukan jarimah (tindak &#13;
pidana) pelecehan seksual terhadap anak diancam dengan ‘Uqubat Ta’zir cambuk &#13;
paling banyak 90 (sembilan puluh) kali atau denda paling banyak 900 (sembilan &#13;
ratus) gram emas murni atau penjara paling lama (sembilan puluh) bulan. Namun &#13;
pada kasus pelecehan seksual yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal &#13;
Abidin Banda Aceh, pengadilan Mahkamah Syar’iyah memutuskan membebaskan &#13;
terdakwa dari segala dakwaan dan juga memulihkan hak-haknya.&#13;
Penulisan Studi Kasus ini bertujuan untuk  menjelaskan  mengenai penentuan &#13;
dalam kewenangan mengadili suatu peradilan,  menjelaskan putusan hakim yang &#13;
tidak mempertimbangkan fakta-fakta di persidangan dan untuk menjelaskan &#13;
kelalaian JPU dalam menghadirkan alat-alat bukti.&#13;
Adapun metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah &#13;
penelitian hukum yuridis normatif dengan pertimbangan pada penelitian yang &#13;
fokus terhadap tindak pidana pelecehan seksual. Untuk memeperoleh datanya, &#13;
maka peneliti melakukan kajian secara kepustakaan (library  research), dengan &#13;
menelaah  undang-undang dan regulasi yang bersangkut paut dengan isu hukum &#13;
yang ditangani.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian, Jaksa memilih untuk menyelesaikan kasus ini di &#13;
Mahkamah Syariah dengan pertimbangan keistimewaan yang dimiliki Aceh &#13;
sebagai daerah yang mempunyai otonomi  khusus, dan dalam hal alat bukti yang &#13;
dihadirkan oleh Jaksa berupa ahli, Jaksa berpendapat bahwa ahli tidak perlu &#13;
dihadirkan  baik ahli psikologis maupun ahli dari dokter.  hakim membebaskan &#13;
terdakwa dari segala dakwaan  dengan pertimbangan alat bukti yang dihadirkan &#13;
Jaksa Penuntut Umum tidak bisa menguatkan dalil-dalil dakwaannya. &#13;
Disarankan kepada Jaksa untuk penyelesaian-penyelesaian anak yang &#13;
berhadapan dengan hukum menggunakan Undang-Undang  No. 35 Tahun 2014 &#13;
Tentang  perubahan kedua atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 Tentang&#13;
Perlindungan Anak dan alat bukti yang dihadirkan tidak hanya sebatas keterangan &#13;
saksi dan keterangan terdakwa saja tetapi juga keterangan ahli. Kepada hakim &#13;
agar lebih baik lagi dalam hal mencermati fakta-fakta yang tersaji di persidangan.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>65296</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-10-02 10:06:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-10-02 10:19:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>