DIAGNOSIS TOXOPLASMA GONDII PADA KUCING LIAR DI BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

DIAGNOSIS TOXOPLASMA GONDII PADA KUCING LIAR DI BANDA ACEH


Pengarang

M FADLI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1502001010008

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Kesehatan Hewan (D3) / PDDIKTI : 54461

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

636,8

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

DIAGNOSIS TOXOPLASMA GONDII PADA KUCING LIAR
DI BANDA ACEH

ABSTRAK

Toksoplasmosis merupakan salah satu penyakit zoonosis yang ditakuti di seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh Toxoplasma gondii, induk semang utama penyakit ini adalah kucing, penyakit ini menyebabkan penurunan produksi, angka kesakitan yang tinggi, bahkan menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui cara mendiagnosis toxoplasma pada kucing liar di Banda Aceh, serta membandingkan antara metode rapid test dengan pemeriksaan ookista pada feses. Pencarian sampel kucing dilakukan di pasar Lamyong, pasar Peunayong dan pasar Aceh. Kucing betina yang diduga memiliki faktor resiko untuk terinfeksi Toxoplasma gondii diambil sebanyak 10 ekor. Pemeliharaan kucing pra dan pasca pemeriksaan dilakukan di Klinik Jimie, Pocut Baren, Banda Aceh dan Klinik Internal Rumah Sakit Hewan Pendidikan Prof. Dr. Noerjanto. Hasil pemeriksaan darah menggunakan hematology analyzer menunjukkan kucing liar yang menderita Toxoplasmosis mengalami peningkatan pada kadar leukosit, persentase limfosit, granulosit,dan MCV, sedangkan RBC, HGB, MCH dan MCHC mengalami penurunan dan untuk MID %, HCT dan PLT berada dalam interval normal. Sedangkan pada kucing liar yang tidak menderita toxoplasmosis mengalami peningkatan pada kadar leukosit sedangkan untuk yang lainnya berada dalam kisaran normal. Dari diagnosis yang dilakukan mengunakan rapid test, diperoleh bahwa dari 10 ekor kucing diperiksa, 2 ekor (20%) positif Toxoplasma gondii dan 8 ekor (80%) negatif. Metode rapid-Test lebih teliti dalam mendignosis Toxoplasmosis di Bandingkan metode pemeriksaan ookista.


Kata kunci : Toxoplasmosis, Toxoplasma gondii, Rapit test, Ookista test, kucing

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK