POTENSI JAMUR MAKRO YANG TERDAPAT DI KAWASAN TAMAN HUTAN RAYA (TAHURA) POCUT MEURAH INTAN, ACEH BESAR SEBAGAI BAHAN PANGAN ALTERNATIF | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

POTENSI JAMUR MAKRO YANG TERDAPAT DI KAWASAN TAMAN HUTAN RAYA (TAHURA) POCUT MEURAH INTAN, ACEH BESAR SEBAGAI BAHAN PANGAN ALTERNATIF


Pengarang

MUHAMMAD ADRIYAN FITRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1609200270002

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penelitian yang berjudul Potensi Jamur Makro yang Terdapat Di Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Pocut Meurah Intan, Saree, Aceh Besar sebagai Bahan Pangan Alternatif bertujuan untuk memperoleh informasi tentang spesies jamur makro berpotensi pangan beserta kadar gizi dari setiap spesiesnya yang ditemukan di kawasan tersebut. Penelitian yang dilakukan dari bulan Januari hingga Agustus 2019 ini menggunakan metode survey eksploratif dengan menjelajah tempat yang banyak ditumbuhi jamur pada setiap alur pendakian untuk pengumpulan sampel jamur dan data beberapa faktor kondisi fisik lingkungan. Analisis kadar gizi dilakukan menggunakan metode Kjehdahl untuk protein, Luff Schoorl untuk karbohidrat, sochlet untuk lemak, da gravimetri untuk serat, kadar air dan abu. Jamur berpotensi sebagai bahan pangan teridentifikasi sebanyak 15 spesies, namun yang berhasil di uji analisis gizi hanya lima jenis, di antaranya: L. polychrous, L. sajor-caju, I. resinosum, M. ramealis, dan T. ganbanjun. L. polychrous mengandung protein (6,12%), karbohidrat (10,27%), serat (4,73%) dan lemak (1,26%) dengan kadar yang paling tinggi, sedangkan protein paling rendah terdapat pada I. resinosum (2,50%). Jamur yang memiliki kadar lemak yang terendah yaitu M. ramealis dan L. sajor-caju (0,77%). M. ramealis mengandung kadar air (89,01) yang paling tinggi. Sebaliknya kadar abu (1,63%) yang paling tinggi terdapat pada T. ganbanjun. Kelima jenis jamur ini sangat berpotensi sebagai alternatif sumber pangan karena mengandung kadar gizi yang sangat baik serta dapat dijadikan sebagai salah komoditas budidaya yang dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.
Kata kunci: tahura pocut meurah intan, jamur, pangan, gizi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK