<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6490">
 <titleInfo>
  <title>MORFOLOGI ANATOMI DAN HISTOLOGI USUS BIAWAK AIR (VARANUS SALVATOR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sri Mulyani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan mengetahui morfologi anatomi dan histologi usus biawak air (Varanus salvator). Penelitian ini menggunakan organ usus yang berasal dari satu ekor biawak air jantan dewasa. Biawak air dilakukan proses perfusi untuk memasukkan larutan fiksasi paraformaldehid 4% melalui jantung. Setelah proses perfusi selesai, usus diambil dan dibagi menjadi 6 bagian, menjadi usus bagian I, II, III, IV, V, dan VI lalu dimasukkan kembali ke dalam larutan paraformaldehid 4% selama 4 hari dan diproses hingga menjadi preparat histologi dan diwarnai dengan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE). Pengamatan morfologi anatomi dilakukan sebelum usus diproses menjadi preparat histologi dengan mengamati bentuk luar dan dalam dari usus serta dilakukan pengukuran panjang usus. Pengamatan histologi dengan mengamati struktur lapisan dinding dari setiap bagian usus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada permukaan luar dan dalam dari usus bagian I- IV ditemukan lipatan-lipatan transversal, sedangkan pada usus bagian V-VI tidak ditemukan. Dinding usus terdiri atas 4 lapisan yaitu, tunika mukosa, tunika submukosa, tunika muskularis, dan tunika serosa. Potongan usus bagian I-IV menunjukkan vili yang relatif lebih panjang dan tinggi, sedangkan usus bagian V-VI menunjukkan vili yang relatif rendah. Lapisan mukosa dari seluruh bagian usus biawak air dilapisi oleh epitel silindris absorbtif dengan sel goblet. Berdasarkan data morfologi anatomi dan histologi dapat disimpulkan bahwa usus biawak air terdiri atas usus halus (bagian I-IV) dan usus besar (bagian V-VI) serta tidak memiliki sekum.</note>
 <subject authority="">
  <topic>VETERINARY SCIENCES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ANIMALS - ZOOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>LIZARDS</topic>
 </subject>
 <classification>636.089</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>6490</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-06-16 21:25:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-10-28 11:28:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>