KOMUNIKASI ANTARPRIBADI PETUGAS LEMBAGA PEMASYARAKATAN DALAM MEMBINA NARAPIDANA NARKOBA DI LAPAS KELAS IIA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KOMUNIKASI ANTARPRIBADI PETUGAS LEMBAGA PEMASYARAKATAN DALAM MEMBINA NARAPIDANA NARKOBA DI LAPAS KELAS IIA BANDA ACEH


Pengarang

MITA FITRATI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1310102010076

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Komunikasi Antarpribadi Petugas Lembaga Pemasyarakatan Dalam Membina Narapidana Narkoba Di Lapas Kelas IIA Banda Aceh”. Tujuan dari penelitian ini adalah supaya kita mengetahui bagaimana Komunikasi Antarpribadi Petugas Lapas Dalam Membina Narapidana Narkoba di Lapas Kelas IIA Banda Aceh serta apa saja Faktor Pendukung dan Faktor Penghambatnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kualitatif, yaitu meneliti secara mendalam dengan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam hal ini penulis melakukan wawancara dengan beberapa informan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Selain itu, teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Penetrasi Sosial yang menjelaskan suatu proses hubungan dengan orang lain, dimana terjadi berbagai proses adaptasi di antara keduanya. Hasil penelitiannya, pelaksanaan pembinaan narapidana dengan pendekatan komunikasi antarpribadi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banda Aceh telah berjalan sebagaimana mestinya karena pembinaan yang dilakukan sudah mengikuti prosedur yang ada, meskipun ada hal-hal yang terjadi di dalam Lapas seperti ketidaksiplinan narapidana maka hal itu dapat diselesaikan dengan bijak. Komunikasi antarpribadi dalam proses pembinaan yang dijalankanpun sudah sangat tepat, karena suatu pembinaan yang baik adanya komunikasi yang baik pula. Dalam melakukan program pembinaan tentunya Lapas Kelas IIA Banda Aceh memiliki faktor pendukung berupa anggaran yang memadai dan partisipasi antusias warga binaan dalam mengikuti kegiatan pembinaan. Ada juga faktor penghambat nya yaitu kurangnya kedisiplinan dari narapidana dalam menjalankan program pembinaan dan kurangnya tenaga kerja petugas lapas.



Kata Kunci : Komunikasi Antarpribadi , Lembaga Pemasyarakatan , Narapidana.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK