KONSEP ISLAM MADANI DALAM KEBIJAKAN ILLIZA SA’ADUDDIN DJAMAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KONSEP ISLAM MADANI DALAM KEBIJAKAN ILLIZA SA’ADUDDIN DJAMAL


Pengarang

Lailatul Qadri - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1210103010032

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Label madani untuk Kota Banda Aceh, yang akan mengikuti jejak Kota Madinah
yang aman, sejahtera dan bahagia dinilai belumlah pantas untuk disematkan saat
ini. Hasil survey Maarif Institut menempatkan Banda Aceh di posisi 19 sebagai
Kota Islami di Indonesia. Yang lebih mengejutkan lagi hasil survey tersebut
menunding label madani hanyalah cara untuk menutupi bobroknya sektor
pelayanan publik, yang tentunya tidak sepenuhnya Islami. Meskipun demikian
sebahagiaan warga kota tetap setuju gelar kota madani tetap disematkan kepada
Kota Banda Aceh (The Aceh Institute, 2017). Pemerintah Kota Banda Aceh masih
perlu banyak berbenah, terutama dalam sektor pendidikan Islam. Berita baiknya
adalah adanya peningkatan persentase anak-anak yang mampu membaca Al-
Quran dari 62% menjadi 89%, dengan dimulainya proses-proses penegakan model
kota madani, dapat membantu mewujudkan Banda Aceh menjadi kota madani
seutuhnya, bukan hanya nama dan bukan hanya wacana. Menjadi madani tentu
butuh proses panjang, namun bukan hal yang tidak mungkin jika proses tersebut
dilakukan dan didukung bersama.Tujuan penelitian untuk mengetahui apa yang
melatarbelakangi Illiza Sa’aduddin Djamal mengambil kebijakan Islam Madani
untuk membangun kota Banda Aceh dan bagaimana pemikiran Illiza Sa’aduddin
Djamal tentang konsep kota madani di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu
observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Dari hasil penelitian dapat
ditarik kesimpulan, latar belakang Illiza Sa’aduddin Djamal mengambil konsep
Islam Madani untuk membangun kota Banda Aceh berlandaskan ajaran agama
islam dan berpedoman kepada kita suci Al-quran, dimana masyarakat madani
mempunyai karateristik yang khusus dengan kebudayaan dan peradabannya yang
menganut sistem ketuhanan dan penerapan sistem Qurani dalam seluruh segi
kehidupan bermasayarakat dan ingin mewujudkan kembali zaman kejayaan Islam
dahulu kala. Pemikiran Illiza Sa’aduddin Djamal tentang konsep Kota Madani di
Banda Aceh berdasarkan mayoritas masyarakat Aceh yang beragama Islam dan
membentuk kebudayaan Islami, dengan menetakan nilai-nilai keadilan, prinsip
kesetaraan hukum, kebebasan, kemajemukan, jaminan kesejahteraan bagi seluruh
lapisan masyarakat dan untuk meningkatkan taraf kehidupan perekonomian yang
lebih baik dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor
pariwasata.
.
Kata Kunci : Islam Madani

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK