Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MELALUI METODE THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS) DI SMPN 1 KUTA BARO
Pengarang
GIZELLA GHAISANI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1506103020049
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Matematika (S1) / PDDIKTI : 84202
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan yang harus dimiliki siswa. Dengan adanya kemampuan pemecahan masalah maka dapat mengembangkan kemampuan lainnya. Kemampuan pemecahan masalah matematis dapat berkembang apabila pembelajaran menjadikan siswa sebagai subjek kegiatan belajar. Agar siswa berperan sebagai subjek atau pelaku belajar, maka guru hendaknya merencanakan kegiatan pembelajaran yang menuntut siswa banyak melakukan aktivitas belajar. Kemampuan siswa dalam memahami masalah dan merencanakan penyelesaian masih rendah. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut dengan menerapkan metode thinking aloud pair problem solving dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, serta mengetahui aktivitas siswa selama proses pembelajaran melalui penerapan metode thinking aloud pair problem solving (TAPPS) pada materi aritmetika sosial di kelas VII SMPN 1 Kuta Baro. Pendekatan yang digunakan adalah mix method dengan explanatory sequential design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 20 siswa dari 21 siswa kelas VII. Data kemampuan pemecahan masalah siswa, dikumpulkan melalui hasil tes dan wawancara. Sedangkan data aktivitas siswa melalui hasil observasi. Hasil dari penelitian ini adalah persentase siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis sangat tinggi adalah 35%, tinggi adalah 15%, cukup adalah 20%, rendah adalah 20%, dan sangat rendah adalah 10%. Aktivitas siswa selama pembelajaran adalah aktif. Implikasi penelitian ini guru dapat menerapkan serta mengembangkan metode TAPPS pada materi dan tingkat kelas berbeda.
Tidak Tersedia Deskripsi
IMPLEMENTASI MODEL KOOPERATIF TIPE THINKING ALOUD PAIRY PROBLEM SOLVING (TAPPS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA (Khairun Nisa, 2023)
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI STRATEGI THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING PADA PEMBELAJARAN ARITMATTIKA SOSIAL DI KELAS VII SMP METHODIST BANDA ACEH (Cici Prastika, 2017)
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI STRATEGI THINK ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING BERBANTUAN GEOGEBRA DI KELAS VIII MTSN 4 BANDA ACEH (PUTRI ADI LESTARI, 2018)
EFEKTIFITAS METODE PEMBELAJARAN THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI GERAK LURUS KELAS X SMA NEGERI 2 BANDA ACEH (IRNA SEPTIANI ZIRDA, 2018)
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA BERDASARKAN LANGKAH-LANGKAH IDEAL PROBLEM SOLVING DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT (AQ) (RIDHA YUNIARA, 2018)