<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="64562">
 <titleInfo>
  <title>JUMLAH LEUKOSIT DAN DIFERENSIAL LEUKOSIT AYAM LOKAL PEDAGING UNGGUL (ALPU) YANG DIBERI PENAMBAHAN PAKAN ORGANIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ardina Lubis</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>JUMLAH LEUKOSIT DAN DIFERENSIAL LEUKOSIT AYAM LOKAL PEDAGING UNGGUL (ALPU) YANG DIBERI PENAMBAHAN PAKAN ORGANIK &#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan organik terhadap jumlah leukosit dan diferensial leukosit pada Ayam Lokal Pedaging Unggul (ALPU)  berjenis kelamin jantan. hewan yang digunakan pada penelitian ini yaitu 30 ekor ALPU jantan fase dewasa yang memiliki umur ± 3 bulan dengan bobot 1,2-1,5 kg. ALPU dibagi menjadi 3 kelompok yang terdiri dari 10 ekor kelompok kontrol (P0) yang hanya diberi pakan komersial, 10 ekor diberikan pakan organik 10% dan pakan komersial 90% (P1). 10 ekor diberikan pakan organik 20% dan 80% pakan komersial (P2). Pengambilan sampel darah dilakukan pada vena brachialisdengan menggunakan spuit steril, selanjutnya diamati jumlah leukosit menggunakan kamar hitung Neubauer, dan diferensial leukosit menggunakan preparat darah apus. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji analisis varian (ANAVA) pola satu arah. Hasil analisis menunjukkan rata-ratajumlah leukosit yaitu (P0) 22,06±1,08 x 10³/mm³,(P1) 23.04±1,73 x 10³/mm³,(P2) 23,74±1,73 x 10³/mm³, rata-rata jumlah limfosit (P0)50,10 ± 0,99%, (P1)51,70 ± 2,79%, (P2)59,10 ± 1,19%, rata-rata jumlah monosit (P0)9,80±0,91?%,(P1)7,80±1,39?%,(P2)8,70±1,65?%. rata-rata jumlah heterofil (P0) 39,50±0,97%, (P1) 40,10±2,23%, (P2)40,20±1,03%. rata-rata jumlah eosinofil (P0) 0,40±0,51%, (P1) 0,20±0,42%, (P2) 0,20±0,42%. rata-rata jumlah basofil (P0) 0,20±0,42%, (P1) 0,20±0,42%, (P2)0,20±0,42%. Hasil uji ANAVA menunjukkan jumlah leukosit dan diferensial leukosit tidak berbeda nyata (P&gt;0,05) antara kelompok perlakuan. Kesimpulan, pakan organik tidak mempengaruhi jumlah leukosit dan diferensial leukosit ALPU.&#13;
Kata kunci: ALPU, pakan organik, leukosit, diferensial leukosit  &#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>64562</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-09-24 11:25:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-09-24 11:48:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>