<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="64538">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN HISTOLOGI DAGING SAPI ACEH BAGIAN CHUCK (OTOT PAHA DEPAN) PADA KONDISI SEGAR DAN BEKU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Heridha Prihandini</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>GAMBARAN HISTOLOGI DAGING SAPI ACEH &#13;
BAGIAN CHUCK (OTOT PAHA DEPAN)  &#13;
PADA KONDISI SEGAR DAN BEKU&#13;
 &#13;
&#13;
ABSTRAK &#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan gambaran histologi &#13;
daging sapi aceh bagian chuck (otot paha depan) pada kondisi segar dan beku.&#13;
Penelitian ini menggunakan 30 potong daging sapi aceh bagian chuck (otot paha&#13;
depan) yang dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan. Kelompok A daging pada&#13;
kondisi segar, kelompok B daging beku yang disimpan dalam freezer dengan suhu&#13;
-18°C dan kelompok C daging beku yang disimpan dalam chest freezer dengan&#13;
suhu -19°C. Penyimpanan beku dilakukan selama 10 hari. Penelitian&#13;
menggunakan proses histoteknik dilanjutkan dengan pewarnaan HematoksilinEosin.&#13;
Parameter&#13;
&#13;
berupa jarak anatar serabut otot (µm) dan jumlah sel fibroblast.&#13;
Data dianalisis dengan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak antar&#13;
serabut otot daging sapi aceh bagian chuck (otot paha depan) pada kelompok A;&#13;
B; dan C memiliki rataan ±SD masing-masing 40,88±13,21; 132,21±26,57;&#13;
137,88±41,02 µm dan jumlah sel fibroblast masing-masing 11,3±1,25; 10,8±1,47;&#13;
10,7±1,05. Kelompok A dengan kelompok B menunjukkan perbedaan yang nyata&#13;
(P0,05) terhadap jumlah&#13;
fibroblast. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa daging sapi aceh&#13;
bagian chuck (otot paha depan) yang mengalami pembekuan menunjukkan&#13;
perubahan gambaran histologi berupa terjadinya pelebaran jarak antar serabut otot&#13;
tetapi tidak terjadi perubahan yang berarti pada jumlah sel fibroblast.&#13;
 &#13;
Kata kunci: Histologi, chuck, penyimpanan beku, jarak antar serabut otot, jumlah  &#13;
sel fibroblast &#13;
&#13;
 &#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>64538</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-09-24 09:24:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-09-24 09:59:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>