Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
IMPLEMENTASI PASAL 34 AYAT 1 UUD 1945 TENTANG FAKIR MISKIN DAN ANAK-ANAK YANG TERLANTAR DIPELIHARA OLEH NEGARA (STUDI PADA PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH)
Pengarang
T.mulya Maulinda - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1210103010124
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Undang-Undang Dasar 1945 adalah landasan konstitusional Negara Kesatuan
Republik Indonesia dan sebagai hukum dasar tertinggi dalam penyelenggaraan
kehidupan berbangsa dan bernegara. Seperti halnya Pasal 34 Ayat 1 Undang -Undang
Dasar 1945 yang berbunyi “Fakir Miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara
oleh negara”. Pasal 34 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945 tersebut mempunyai
makna bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara yang
dilaksanakan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Pada kenyataan dilapangan saat ini, Undang-Undang tersebut tidak berjalan sesuai
dengan apa yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa. Di kota Banda Aceh yang
merupakan ibukota dari provinsi Aceh, kita dengan mudah menemukan para fakir
miskin yang mendapat penghasilan dari mengemis di jalanan, pusat keramaian,
warung kopi, lampu merah dan rumah ibadah. Tujuan penelitian ini adalah untuk
melihat strategi dan faktor penghambat yang dialami pemerintah kota Banda Aceh
dalam mengimplementasikan Pasal 34 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945 di kota
Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan secara kualitatif dengan sumber
observasi lapangan, dokumentasi dan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini,
strategi yang dilakukan pemerintah kota Banda Aceh adalah melakukan pembinaan,
pemberdayaan dan penanganan terhadap fakir miskin dan anak terlantar sedangkan
faktor yang menjadi kendala pemerintah kota banda aceh adalah masih kurangnya
kesadaran masyarakat kota Banda Aceh, baik yang menjadi objek kebijakan maupun
masyarakat umum. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemerintah telah melakukan
upaya-upaya untuk menanggulangi permasalahan fakir miskin dan anak terlantar di
kota Banda Aceh. kurangnya kesadaran beberapa pihak yang belum mengerti
bahwasanya permasalahan tersebut adalah tanggungjawab bersama masih menjadi
kendala.
Kata Kunci: Implementasi, Strategi, Fakir Miskin, Anak Terlantar.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERAN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DALAM MENANGANI PEKERJA ANAK DI BAWAH UMUR (PUTRA ARDI PRATAMA, 2022)
PERAN PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK DARUSSA’ADAH ACEH DALAM USAHA PEMBINAAN MORAL ANAK-ANAK TERLANTAR (Muhammad Multaza, 2016)
DEPENALISASI TERHADAP TINDAK PIDANA MENGEMIS (Fara Harisa, 2016)
PEMENUHAN HAK-HAK ANAK ASUH DALAM RANGKA PERLINDUNGAN ANAK OLEH RUMOH SEUJAHTERA ANEUK NANGGROE (AGUSMAINI, 2025)
STUDI KASUS PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 3/PUU-XII/2014 DALAM PENGUJIAN UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI KEMASYARAKATAN TERHADAP UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 (Siska Rahadiyanti, 2015)