Analisis Kinerja Simpang Bersinyal (Studi Kasus: Simpang Surabaya, Banda Aceh) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

Analisis Kinerja Simpang Bersinyal (Studi Kasus: Simpang Surabaya, Banda Aceh)


Pengarang

YUSRAWATI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0604101010075

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
Kata Kunci
Penerbit

Banda Aceh : Fak. Teknik., 2013

Bahasa

Indonesia

No Classification

625.7

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK


Simpang Surabaya Kota Banda Aceh adalah salah satu persimpangan yang sangat padat oleh volume kendaraan saat jam puncak (peak hour) yang disebabkan oleh volume lalu lintas yang terus bertambah, sehingga menyebabkan kapasitas, tundaan, derajat kejenuhaan, panjang antrian sangat buruk. Kinerja Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Simpang Surabaya berupa peningkatan kapasitas persimpangan dengan melakukan larangan gerakan belok kanan pada ruas jalan Tgk. Imum Lueng Bata dan T. Chik Ditiro serta pelebaran pada ruas jalan T. Hasan Dek untuk memudahkan skenario larangan gerakan belok kanan. Data yang digunakan adalah data sekunder dari penelitian Azmi yang telah menganalisis tingkat pelayanan Simpang Surabaya menggunakan software SIDRA 5.1. Data sekunder tersebut selanjutnya diolah menggunakan metode MKJI. Berdasarkan hasil pengolahan data, pada kondisi eksisting diperoleh volume puncak 9833 smp/jam, kapasitas (C) 4059 smp/jam, tundaan rata-rata pendekat 80,232 detik, derajat kejenuhan (DS) sebesar 1,081 total panjang antrian sebesar 204,44 m. Hasil setelah dilakukan perbaikan dengan melakukan larangan gerakan belok kanan pada ruas jalan Tgk. Imum Lueng Bata dan T. Chik Ditiro serta pelebaran pada ruas jalan T. Hasan Dek dan pengaturan ulang waktu siklus, maka kinerja simpang yang diperoleh adalah nilai derajat kejenuhan dari 1,081turun menjadi 0,732, nilai tundaan rata-rata dari 80,232 menjadi 22,545, panjang antrian dari 204,44 menjadi 62,22. Skenario perbaikan kinerja simpang tersebut menjadikan pengurangan jumlah fase dari 4 fase menjadi 3 fase yang disebabkan oleh arus berangkat dari ruas jalan Tgk. Imum Lueng Bata dan T. Chik Ditiro bergerak secara bersamaan pada fase yang sama. Perubahan fase hijau di masing- masing lengan yaitu Jl. T. Hasan Dek, Jl. T. Chik Di Tiro, Jl. T. Mohd Hasan dan Jl. T. Imum Leung Bata masing-masing sebesar 21detik, 21detik,16 detik dan 16 detik dengan waktu siklus yang disesuaikan sebesar 88 detik.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK