KONVERSI AGAMA (STUDI FENOMENOLOGI PADA MUALAF TIONGHOA DI KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KONVERSI AGAMA (STUDI FENOMENOLOGI PADA MUALAF TIONGHOA DI KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

ABDILLAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1310101010070

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Fenomena pindah agama atau istilah lain konversi agama merupakan perubahan keyakinan terhadap beberapa persoalan agama yang dibarengi dengan berbagai perubahan perilaku dan reaksi lingkungan sosial. Konversi agama akan membuat kehidupan seseorang berubah, karena pada dasarnya konversi agama merupakan perubahan mendasar dan penataan ulang identitas diri, makna hidup, juga aktivitas seseorang. Peristiwa konversi agama tidak hanya membawa konsekuensi personal, tapi juga reaksi sosial yang bermacam-macam, terutama dari pihak keluarga dan komunitas terdekat hingga ke lingkungan masyarakat luas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat (1) Perubahan dan penataan ulang identitas diri Mualaf Tionghoa, dan (2) Aktivitas hidup dan perubahan makna agama bagi mualaf Tionghoa setelah melakukan konversi agama. Lokasi penelitian ini di Gampong Panteriek, Lueng Bata, Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pemilihan informan penelitian ditentukan dengan menggunakan purposive sampling. Informan dalam penelitian ini terdiri dari lima orang mualaf Tionghoa. Pengumpulan data melalui metode partisipasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan identitas diri mualaf Tionghoa ditandai dengan penyesuaian diri akan aturan dan kewajiban dalam Islam. Kemudian diikuti dengan penataan ulang identitas diri yang sesuai berdasarkan kategori identitas seorang muslim. Sedangkan aktifitas hidup para mualaf berlandaskan konsep syariat Islam yang dipelajari. Pada akhirnya para mualaf memaknai agama sebagai rule of life yang harus dihayati dan dijalankan dengan sungguh-sungguh.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK