EFEKTIVITAS PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN MALAKA (PHYLLANTUS EMBLICA) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HATI MENCIT (MUS MUSCULUS) YANG DIINFEKSI PLASMODIUM BERGHEI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

EFEKTIVITAS PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN MALAKA (PHYLLANTUS EMBLICA) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HATI MENCIT (MUS MUSCULUS) YANG DIINFEKSI PLASMODIUM BERGHEI


Pengarang

Sulaiman Ashary - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1502101010056

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

EFEKTIVITAS PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN MALAKA
(Phyllantus emblica) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI
HATI MENCIT (Mus musculus) YANG DIINFEKSI
Plasmodium berghei
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol
daun malaka (Phyllantus emblica) terhadap gambaran histopatologi hati mencit
(Mus musculus) yang diinfeksikan P. berghei. Sampel yang digunakan dalam
penelitian ini adalah hati dari 15 ekor mencit yang telah difiksasi dalam NBF 10%
berjenis kelamin jantan strain Balb/c dengan umur 2 bulan. Penelitian ini
menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola searah dengan 5 perlakuan,
masing-masing perlakuan terdiri atas 3 ulangan. Perlakuan 0 sebagai kelompok
kontrol negatif diinfeksikan P. berghei tanpa pemberian apapun, perlakuan I
sebagai kelompok kontrol positif diinfeksikan P. berghei dan diberikan kloroquin
dengan dosis tunggal 5 mg/kg bb, perlakuan 2, 3, dan 4 masing-masing
diinfeksikan P. berghei dan pemberian ekstrak etanol daun malaka dengan dosis
berturut-turut 100, 300, dan 600 mg/kg bb. Pemberian ekstrak dilakukan selama 4
hari berturut-turut secara oral menggunakan sonde lambung. Pada hari ke 7
mencit dietanasi dan diambil organ hati untuk pembuatan slide histopatologi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah sel hati yang mengalami
perubahan pada perlakuan P0, P1, P2, P3, dan P4 berturut-turut adalah: degenerasi
hidrofis 5,40; 4,47; 2,93; 2,33; dan 1,27; degenerasi lemak 9,07; 6,07; 2,40; 1,93;
dan 0,73; nekrosis 5,33; 4,27; 2,27; 1,00; dan 0,80; dan megalositosis 0,40; 0,05;
0,05; 0,05; dan 0,00; sementara jumlah rata-rata hemosiderin adalah: 8,33; 5,87;
5,47; 2,93; dan 2,47. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian
ekstrak etanol daun malaka mampu memperbaiki kerusakan pada gambaran
histopatologi hati mencit yang diinfeksikan P. berghei dan dosis 600 mg/kg bb
lebih efektif dibandingkan dosis 100 dan 300 mg/kg bb
Kata kunci: Plasmodium berghei, ekstrak daun malaka, megalositosis, flavonoid

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK