FORMULASI DAN EVALUASI MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK ETANOL BIJI KOPI HIJAU ROBUSTA TAKENGON (COFFEA CANEPHORA PIERRE EX A.FROEHNER) DENGAN VARIASI KONSENTRASI POLIVINIL ALKOHOL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

FORMULASI DAN EVALUASI MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK ETANOL BIJI KOPI HIJAU ROBUSTA TAKENGON (COFFEA CANEPHORA PIERRE EX A.FROEHNER) DENGAN VARIASI KONSENTRASI POLIVINIL ALKOHOL


Pengarang

Arienovita Nurul Istiqomah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1508109010016

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Farmasi (S1) / PDDIKTI : 48201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

669.52

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kopi (Coffea canephora) merupakan tanaman yang memiliki potensi aktivitas antioksidan. Antioksidan dapat menangkal radikal bebas yang merupakan salah satu penyebab terjadinya penuaan dini. Masker gel peel off adalah salah satu bentuk sediaan kosmetika topikal yang dapat meningkatkan penetrasi zat aktif, praktis, dan menjaga kelembaban alami kulit. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, biji kopi hijau robusta memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 70 ppm. Berdasarkan hasil tersebut, dilakukan formulasi masker gel peel off dari ekstrak etanol biji kopi hijau robusta. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan masker gel peel off dari ekstrak etanol biji kopi hijau robusta dan mengetahui konsentrasi polivinil alkohol (PVA) yang memberikan hasil evaluasi yang terbaik. Konsentrasi PVA yang digunakan adalah 10% (F1), 12% (F2), dan 14% (F3). Ketiga formulasi menghasilkan gel yang berwarna bening kekuningan dengan bau khas kopi dan mengalami perubahan warna menjadi kuning setelah dilakukan cycling test. F1 tidak memenuhi kriteria evaluasi daya sebar dan daya lekat. F2 tidak memenuhi kriteria evaluasi daya sebar. F3 memenuhi semua kriteria evaluasi. Hasil evaluasi sifat mekanik menunjukkan bahwa F3 memiliki nilai yang paling baik pada kekuatan tarik dan elongasi sehingga diperoleh lapisan film yang tidak mudah putus. Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil evaluasi sebelum dan setelah uji stabilitas, kecuali hasil evaluasi uji waktu mengering. Hasil uji iritasi menunjukkan seluruh formula tidak menyebabkan tanda-tanda iritasi. Hasil uji kesukaan menunjukkan F2 dan F3 disukai untuk semua parameter uji kesukaan. Berdasarkan keseluruhan hasil evaluasi, F3 merupakan formulasi dengan hasil evaluasi yang terbaik.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK