Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
MANAJEMEN KONFLIK PADA KELUARGA POLIGAMI (STUDI KASUS TIGA KELUARGA POLIGAMI DI DESA PANTON PAWOH KECAMATAN LABUHANHAJI BARAT KABUPATEN ACEH SELATAN
Pengarang
Risda Amalia - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1510101010009
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Fenomena konflik dalam rumah tangga poligami menjadi sebuah sisi yang tidak bisa dihindari dan untuk menyelesaikannya dibutuhkan kemampuan untuk memanajemen konflik tersebut. Jika tidak ditangani dengan benar akan menimbulkan berbagai permasalahan lainnya yang bersifat merusak atau menghancurkan. Seperti yang ditunjukkan dalam rekapitulasi urusan peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Syariah Aceh Selatan yang menggambarkan adanya peningkatan perceraian pada keluarga poligami selama periode tahun 2010-2015. Berdasarkan data tersebut tercatat perceraian pada keluarga poligami yang telah diputus sebanyak 633 perkara dengan variasi penyebab. Data ini menunjukkan bahwa manajemen konflik pada keluarga poligami masih rendah. Lain halnya dengan keluarga poligami di Desa Panton Pawoh Kecamatan Labuhanhaji Barat Kabupaten Aceh Selatan dimana untuk menghindari hal tersebut mereka cenderung mepertimbangkan segala hal ketika konflik terjadi. Oleh karena itu penulis menggunakan Teori Pertukaran Sosial George C. Homans untuk menganalisis secara keseluruhan permasalahan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dan dianalisis menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa bentuk manajemen konflik yang dilakukan oleh keluarga poligami di Desa Panton Pawoh dilakukan dengan mempertimbangkan cost dan reward. Hal ini ditunjukkan ketika anggota poligami lebih mengutamakan perannya dalam keluarga dan menekan perannya sebagai individu. Tindakan tersebut dilakukan karena mereka menganggap keluarga lebih berharga daripada perasaan atau faktor-faktor yang menyebabkan konflik. Adapun bentuk cost yang dikorbankan pada keluarga poligami antara lain adalah : uang, waktu dan perasaan dengan mengharapkan reward kebutuhan anak-anak dan keutuhan rumah tangga.
Kata Kunci : Poligami, Manajemen Konflik, Cost, Reward.
?
ABSTRACT
The phenomenon of conflict in a polygamous household becomes a side that is inevitable and to complete it requires the ability to manage the conflict. If not handled properly will cause other problems that are damaging or destructive. As shown in the recapitulation of Justice Affairs (Badilag) of South Aceh Sharia court which describes the increase in divorce in polygamy family over the period of 2010-2015. Based on the data recorded divorce in polygamy family has been dued by as much as 633 cases with a variation of the cause. This Data shows that conflict management in the polygamy family is still low. Another case with polygamy family in Panton Village Pawoh District, Labuhanhaji Barat, South Aceh Regency where to avoid this they tend to consider all things when conflict occurs. Therefore, the author uses George C. Homans Social Exchange theory to analyze the problem of research. Data collection is conducted with interviews, and analyzed using qualitative methods. The results found that the form of conflict management conducted by polygamy family in Panton Pawoh village is done by considering cost and reward. This is demonstrated when polygamy members prefer his role in the family and suppress his role as an individual. The action is done because they consider the family more valuable than the feelings or factors that cause the conflict. The cost of the polygamy family among others is: money, time and feeling by expecting a reward for children and household integrity.
Keywords: polygamy, conflict management, Cost, Reward.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERBEDAAN MANAJEMEN KONFLIK ANTARA KELUARGA POLIGAMI DAN MONOGAMI (Rini Tri Utami, 2018)
DAMPAK POLIGAMI TERHADAP KONDISI PSIKOLOGIS ANAK (SUATU PENELITIAN PADA ANAK DALAM WILAYAH KECAMATAN MATANG KULI KABUPATEN ACEH UTARA) (Sitti Fatimah, 2021)
KONTRIBUSI HASIL HUTAN BUKAN KAYU TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT ( STUDI KASUS: DESA PANTON PAWOH KECAMATAN LABUHANHAJI BARAT KABUPATEN ACEH SELATAN ) (Chairan, 2018)
PERSEPSI MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH TERHADAP ISU ACEH LEGALKAN POLIGAMI PADA AKUN SERAMBINEWS.COM (STUDI PADA WANITA KOTA BANDA ACEH) (Saddam, 2022)
DAMPAK POLIGAMI TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN KEBAYAKAN KOTA TAKENGON) (Tubagus Fani Putri, 2021)