<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="64114">
 <titleInfo>
  <title>PERAN PEMERINTAHAN MUKIM DALAM PEMBINAAN SYARIAT ISLAM TERHADAP PELANGGARAN MAISIR DI GAMPONG JEUMPA KECAMATAN SAKTI KABUPATEN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lisa Imelda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Peran Pemerintahan Mukim dalam pembinaan Syariat Islam tercantum dalam Qanun Kabupaten Pidie Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Pemerintahan Mukim Pasal 7 ayat (2), menyebutkan bahwa tugas Pemerintahan Mukim yaitu melaksanakan pembinaan Syariat Islam kepada masyarakat. dalam kenyataannya peran tersebut belum maksimal dilaksanakan. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui peran Pemerintahan Mukim dalam pembinaan Syariat Islam, hambatan serta upaya pemerintahan mukim  terhadap pelanggaran maisir yang terjadi di Gampong Jeumpa. Teori utama yang digunakan dalam skripsi ini yaitu teori peran dan teori kepemimpinan. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintahan mukim Leupeum Mesjid masih belum maksimal dalam menjalankan perannya, hal tersebut disebabkan dari beberapa hambatan. Pertama, minimnya aparatur Pemerintahan Mukim. Kedua, minimnya sarana dan prasarana Pemerintahan Mukim. Ketiga, kurangnya dukungan aparat penegak hukum kepada Pemerintahan Mukim. Keempat, minimnya pengetahuan masyarakat tentang Qanun Jinayat yang mengatur tentang sanksi terhadap para pelaku maisir. Upaya Pemerintahan Mukim untuk mengatasi hambatan dalam pembinaan Syariat Islam. Pertama, Imum Mukim mengadakan majelis taklim setiap malam kamis khusus untuk pemuda. Kedua, Imum Mukim berkoordinasi bersama camat untuk mencari solusi terhadap permasalahan kurangnya aparatur Pemerintahan Mukim. Ketiga, Imum Mukim berkoordinasi dengan Keuchik yang berada di Mukim Leupeum Mesjid mengenai anggaran pembangunan insfrastruktur pemerintahan mukim. Oleh karena itu untuk mendukung kelancaran peran pemerintahan mukim dalam pembinaan Syariat Islam kepada masyarakat Pemerintahan Kabupaten Pidie harus segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Pemerintahan Mukim Leupeum Mesjid yaitu mengenai minimnya aparatur dan minimnya sarana prasarana di Pemerintahan Mukim  Leupeum Mesjid. Sehingga peran Pemerintahan Mukim dalam pembinaan Syariat Islam kepada masyarakat akan berjalan maksimal.&#13;
Kata Kunci : Peran, Pemerintahan Mukim, Pembinaan,  Syariat Islam&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>64114</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-09-20 17:47:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-09-23 09:17:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>