Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
STRATEGI PENGEMBANGAN PABRIK PAKAN TERNAK AYAM RAS PETELUR DI KECAMATAN BLANG BINTANG KABUPATEN ACEH BESAR (STUDI KASUS PADA PABRIK PAKAN TERNAK UPTD BALAI TERNAK NON RUMINANSIA)
Pengarang
Muhammad Nizam Auza - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1405102010007
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Abstrak.Provinsi Aceh melakukan impor pakan dari luar daerah, khususnya dari Medan.Dikarenakan ketergantungan pakan yang berasal dari luar daerah, Aceh tidak dapat mengontrol harga pakan yang beredar sehingga harga pakan yang ada berfluktuasi. Pasar pakan sendiri dikuasai oleh dua perusahaan besar, Seperti yang di kutip dari dinas peternakan Aceh. Harga pakan di aceh yaitu sebsar 7.200 rupah per kilogramnya. UPTD Balai Ternak Unggas Non Ruminansia yang mulai beroperasi sejak tahun 2013 dengan total anggaran untuk pembangunan pabrik sebesar 4,5 miliar rupiah.Maka dari itu perlu dilakukannya pengembangan terhadap pabrik dengan mengetahui strategi-strategi yang tepat, guna keberlansungan untuk terus bereproduksi. Penelitian strategi pengembangan pabrik pakan ternak bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal apa yang mempengaruhi pengembangan pabrik pakan, serta untuk mengetahui strategi pengembangan yang menjadi alternatif pada Pabrik Pakan Ternak Ayam Ras Petelur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kunci internal pada kekuatan yang dimiliki adalah keuangan/modal yang mencukupi, manajemen usaha yang teratur, bahan baku yang telah tercukupi, kualitas dan mutu produk yang mempuni, lokasi usaha yang strategis, promosi melalui media cetak dan faktor internal pada kelemahan terdiri dari sumberdaya manusia yang masih kurang, produksi yang terbatas, belum adanya label, dan merek dan harga yang belum ditetapkan. Faktor Ekstrnal pada peluang adalah pangsa pasar yang besar, kerjasama dengan pemasok, harga bahan baku yang stabil, kebijakan pemerintah yang sangat mendukung, sosial ekonomi masyarakat dan hubungan yang baik dengan konsumen dan faktor eksternal pada ancaman terdiri dari permintaan yang belum bisa disanggupi, persaingan yang banyak, kurangnya bahan konsentrat dan perubahan selera konsumen. Pabrik pakan ternak dalam pengembagan usahanya berdasarkan hasil analisis SWOT berada pada kuadran I yang berarti strategi agresif (Sstrategi SO) yaitu strategi memperluas jaringan dan pemanfaatan pangsa pasar. Dan strategi ini terdapat 5 strategi pengembangan, yaitu : 1) Menggunakan modal dengan efektif dan meningkatkan produksi guna memenuhi permintaan pasar yang besar; 2) Memperat kerjasama dengan produsen dan konsumen sehingga pabrik dapat beroprasi dengan stabil; 3) Menetapkan harga jual karna stabilnya harga bahan baku; 4) Meningkatkan kualitas dan mutu produk agar dapat bersaing dengan produk lainnya; 5) Meningkatkan produksi untuk dapat memenuhi permintaan konsumen.
Kata kunci :Strategi, Pengembangan, Pabrik, Pakan Ternak.
Tidak Tersedia Deskripsi
ETNOBOTANI TUMBUHAN PAKAN TERNAK RUMINANSIA OLEH MASYARAKAT KABUPATEN ACEH BESAR (Maisaraty, 2015)
STRATEGI PENGEMBANGAN PABRIK PAKAN TERNAK AYAM RAS PETELUR DI KECAMATAN BLANG BINTANG KABUPATEN ACEH BESAR (STUDI KASUS PADA PABRIK PAKAN TERNAK UPTD BALAI TERNAK NON RUMINANSIA) (Muhammad Nizam Auza, 2019)
MANAJEMEN PRODUKSI USAHA AYAM RAS PETELUR PADA BALAI TERNAK NON RUMINANSIA ( UPTD-BTNR ) SAREE KECAMATAN LEMBAH SEULAWAH KABUPATEN ACEH BESAR (Hamdan, 2017)
DETEKSI RESIDU ANTIBIOTIK PADA TELUR DAN PAKAN AYAM PETELUR SERTA PENGETAHUAN PETUGAS PETERNAKAN TERHADAP ANTIBIOTIK DI PETERNAKAN AYAM PETELUR DINAS PETERNAKAN PROVINSI ACEH (JEFRIANDA, 2021)
EVALUASI KELAYAKAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PETELUR DI UPTD. BALAI TERNAK NON RUMINANSIA KECAMATAN BLANG BINTANG KABUPATEN ACEH BESAR (JIHAD FACHRYAN GADING, 2019)