<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="64032">
 <titleInfo>
  <title>KONTRAK BAGI HASIL MINYAK DAN GAS BUMI DI INDONESIA (STUDI PERBANDINGAN ANTARA KONTRAK BAGI HASIL GROSS SPLIT DENGAN KONTRAK BAGI HASIL COST RECOVERY)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZAKIA VONNA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>KONTRAK  BAGI  HASIL  MINY AK DAN  GAS BUMI  DI INDONESIA   (STUD!&#13;
PERBANDINGAN    ANT ARA KONTRAK   BAGI  HASIL  GROSS SPLIT&#13;
DENGAl~  KONTRAK  BAGI  HASIL  COST RECOVER}?&#13;
&#13;
Zakia  Vonna',  Sri Walny Rahayu-,  M. NUl.)&#13;
&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Pemberlakuan    Kontrak    Bagi   Hasil   (KBH)    Migas   yang   menggunakan bentuk  Gross Split mengarahkan   pada  inkonsistensi   terhadap   pengelolaan   Migas. Hal  ini  dikarenakan   dalam  KBH  Gross Split persentase   bagi  hasii  yang  diterima Negara  berkurang  dibandingkan   KBH  Cost Recovery. Selain  itu KBH  Gross Split mempersernpit kewenangan  SKK  Migas   yang   terbatas   hanya  pada   perumusan rencana  kcrja   utama   operasional.  Hal   ini  berdampak    tidak  tercapainya    tujuan pengelolaan    sumber    daya   alam   sebagairnana    diamanatkan     oleh   Alinea   kc-4&#13;
Pembukaan   UUD  1945 jo.  Pasa!  33 ayat  (3) UUD  1945./0.  Pasal  2 UU NO.5&#13;
Tahun  1960 tentang  Peraturan  Dasar  Pokok-Pokok Agrariajo.  Pasal  4 UU No. 22&#13;
Tahun  2001 tentang  Minyak  dan Gas Bumijo.   Pasal 25 ayat  (1) PP No. 35 Tahun&#13;
2004 tentang Kegiatan   Usaha Hulu  Minyak   dan  Gas  Bumi  yaitu  untuk  sebesar­&#13;
besarnya   kemakmuran    rakyat.   Selama   ini  KBH   Migas   dibuat   oleh  pemerintah tanpa rnelibatkan Notaris,   padahal Notaris selaku  pejahat  pembuat akta  memiliki kewenangan   sesuai  Pasal  15 Uti  No.  2 Tahun  2014  ten tang  Perubahan   Atas  UU No.  30 Tahun  2004  tentang  Jabatan  Notaris.   Untuk  itulah  penelitian   ini  penting dilakukan  dalam  bentuk  tesis.&#13;
Peneiitian   ini  bertujuan menjelaskan   konsep  hukum  kontrak   di Indonesia&#13;
dalam  KBH Migas, menjelaskan    kesesuaian   konsep   penguasaan   negara   dengan tujuan  diterapkannya   KBH Migas  Gross Split dan Cost Recovery, dan menjelaskan kedudukan,  peran, dan fungsi  Notaris  dalam  penyusunan  KBH  Migas.&#13;
Jenis    penelitian    ini   adalah    penelitian     hukum    normatif.    Pendekatan penelitian  yang digunakan  adalah  pendekatan   perundang-undangan,    perbandingan, dan  filsafat   yang  dianalisis   secara  preskiptif.   Data  utama  penelitian   adalah  data sekunder dengan  peneiitian   kepustakaan   (library research). Ilmu  hukum empiris digunakan sebagai  ilrnu bantu dalam penelitian  hukum  norrnatif  ini.&#13;
Hasil  penelitian   menunjukkan,    pertama,  KBH  Migas  yang  bersifat  publik dan  privat,   pengaturannya    telah  diakui   dalam  KUH   Perdata.   Kedua,   penerapan KBH   Migas   Gross  Split  berpotensi    mendegradasi    prinsip   penguasaan    Negara dalam  pengelolaan   Migas  dibandingkan   KBH  Cost Recovery.  Ketiga,  kedudukan Notaris   daJam pembuatan   KBH  Migas  tidak  diatur  secara  eksplisit   dalam  UUJN dan  l.J1J Migas,   sehingga   kekosongan   norma membuka   ruang   bagi  keterlibatan Notaris.&#13;
Berdasarkan     hasil   penelitian     disarankan     pemerintah    menyusun    suatu pedoman   mengenai   hubungan   hukum  dalam  bidang   privat-publik.    Lebih  lanjut, Pemerintah   dalam   mela1ukan  revisi  UU Migas   sebaiknya   membuka   ruang  bagi keterlibatan    Notaris  sebagai  pejabat  umum  yang  memiliki   kewenangan   membuat kontrak-kontrak   agar Notaris  memiliki   dasar  hukum  yangjelas.&#13;
&#13;
Kata  kunci:  Kontrak.Kontrak    Bagi Hasil  Migas,  Notaris.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
J   Mahasiswa Prodi Magister Kenotariatan FH Unsyiah&#13;
2  Dr. Sri Walny Rahayu, S.H., M. Hum., Pembimbing Utama, Fakultas Hukum Unsyiah&#13;
3 Dr. M. Nur, S., M.H., Pembimbing Pendamping, Fakultas Hukum Unsyiah&#13;
&#13;
&#13;
Vl&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>64032</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-09-20 15:38:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-09-20 16:04:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>