<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="63984">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PRODUKSI KOPI ARABIKA BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI LAHAN DI KABUPATEN GAYO LUES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DANIL ARVI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Produktivitas kopi Arabika di Kabupaten Gayo Lues masih terbilang rendah dibandingkan dengan dua kabupaten penghasil kopi Arabika yang ada di Aceh yaitu Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. Kebun kopi di Kabupaten Gayo Lues baru sekitar 4.000-an hektar yang diusahakan oleh sekitar 2.650 kepala keluarga petani dengan produktivitas baru mencapai sekitar 650 kg biji kering per hektar. Rata-rata Produktifitas tersebut masih diatas rata-rata Produktifitas kopi nasional, tetapi masih rendah dibanding potensi Produktivitas kopi Arabika yang dapat mencapai sekitar 3 - 4 ton per hektar per tahun. Penyebab rendahnya produktivitas kopi Arabika diantaranya diperkirakan karena diusahakan tidak pada ketinggian optimum, ditanam pada lereng lebih besar dari 15% tetapi tidak diikuti dengan tindakan konservasi tanah dan kesuburan tanah sangat rendah.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketinggian tempat dan kelerengan dan hubungannya dengan produktivitas kopi Arabika dalam rangka mendukung pengembangannya di Kabupaten Gayo Lues. Pengolahan data dilakukan di Laboratorium Penginderaan Jauh dan Kartografi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini dimulai dari bulan Agustus sampai September 2018, menggunakan metode deskriptif dengan teknik survai dan pengamatan produksi kopi dilakukan dengan cara taksasi yaitu menghitung seluruh buah kopi yang ada pada batang sampel yang telah ditetapkan sehingga dapat dikalkulasikan untuk mendapatkan jumlah produksi kopi per hektar.&#13;
Berdasarkan hasil analisis korelasi dan regresi ketinggian tempat berkorelasi negatif tidak signifikan terhadap berat biji bersih dengan nilai R = 0,372, dimana pada setiap kenaikan ketinggian tempat 200 m dpl. dapat menurunkan berat biji bersih sebanyak 0,14% per hektar, dan kelerengan berkorelasi negatif tidak signifikan terhadap berat biji bersih dengan nilai R = 0,182, dimana pada setiap kenaikan 1% lereng dapat menurunkan berat biji bersih sebanyak 0,007% per hektar.&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>COFFEE- AGRICULTURAL ECONOMIC</topic>
 </subject>
 <classification>338.173 73</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>63984</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-09-20 12:25:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-10-21 09:37:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>