<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="63926">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH INOKULASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERR) PADA BERBAGAI INTERVAL PENYIRAMAN DI TANAH ULTISOL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Agustinus F Jawak</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak. Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan yang strategis setelah padi dan jagung. Untuk meningkatkan produksi kedelai nasional, salah satu upaya yang harus dilakukan adalah melakukan perluasan areal tanam. Perluasan areal sebagian besar ditujukan pada lahan kering. Inokulasi fungi mikoriza  arbuskular  (FMA)  merupakan  salah  satu  solusi  yang  dapat diaplikasikan di lahan kering, karena karakteristik asosiasi mikoriza ini memungkinkan tanaman untuk memperoleh air dan hara dalam kondisi lingkungan yang kering dan miskin unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskula terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada berbagai interval penyiraman di Tanah Ultisol. Varietas kedelai Argumulyo yang diuji dalam penelitian ini telah diinokulasi FMA dan diuji dengan berbagai interval penyiraman di kebun petani desa Lamreung, kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan FMA pada tanaman kedelai mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman dengan interval penyiraman 4 hari sekali.&#13;
&#13;
Kata kunci: Kedelai, Lahan Kering, FMA, Interval Penyiraman&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>COMPOST</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SOYBEANS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FUNGI</topic>
 </subject>
 <classification>631.875</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>63926</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-09-20 09:26:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-10-21 08:45:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>