Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH
Pengarang
Dr. Muhammad Haris Yulius - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1307601020009
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Ilmu Penyakit Dalam / PDDIKTI : 11702
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Latar Belakang
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi yang paling sering ditemui di masyarakat dan menyebabkan konsumsi antibiotika yang besar. Dampak negatif dari penggunaan antibiotika yang tidak rasional antara lain muncul dan berkembangnya bakteri yang resisten terhadap antibiotika. Masalah resistensi bakteri terhadap antibiotika sudah menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia, salah satu cara mengatasinya adalah dengan menggunakan antibiotika secara rasional. Mempertimbangkan terjadinya fenomena resistensi antibiotika pada bakteri penyebab ISK, maka penggunaan antibiotika yang rasional akan sangat mendukung efektivitas terapi.
Tujuan
Untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotika pada pasien infeksi saluran kemih di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.
Metode
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Analisa deskriptif dilakukan dengan menguraikan data-data yang didapatkan dari catatan rekam medis. Analisa kualitatif dianalisis dengan menggunakan metode Gyssen oleh reviwer dan hasilnya akan disajikan dalam bentuk persentase rasional dan tidak rasional pemberian antibiotika.
Hasil
Pada penelitian ini dari 92 pasien didapatkan 129 pemakaian antibiotika, penggunaan antibiotika empirik sebanyak 108 dan pemakaian antibiotika definitif sebanyak 21. Eschericia coli merupakan patogen utama penyebab infeksi saluran kemih, didapatkan sebesar 33,70%. Seftriakson merupakan antibiotika yang paling banyak digunakan sebesar 49,61%. Penilaian penggunaan antibiotika secara rasional berdasarkan metode Gyssen didapatkan yang paling banyak adalah kategori Gyssen 0 sebesar 54,26% dan pemakaian antibiotika yang tidak rasional didapatkan sebesar 45,74%.
Kesimpulan
Penelitian ini mendapatkan pemakaian antibiotika secara rasional pada infeksi saluran kemih sebesar 54,26%. Ketepatan pemilihan antibiotika pada infeksi saluran kemih sebesar 88,37%. Ketepatan durasi pemberian antibiotika pada infeksi saluran kemih sebesar 76,09%. Ketepatan dosis dan frekuensi pemberian antibiotika pada infeksi saluran kemih didapatkan 80,71%.
Tidak Tersedia Deskripsi
HUBUNGAN BATU SALURAN KEMIH TERHADAP KEJADIAN INFEKSI SALURAN KEMIH DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Vara Wita Natasya, 2022)
HUBUNGAN LAMA KATETERISASI URETRA TERHADAP INFEKSI SALURAN KEMIH PADA PASIEN PASCA OPERASI ORTHOPEDI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR.ZAINOEL ABIDIN (Randika Gundra Pratama, 2017)
POLA BAKTERI DAN SENSITIVITAS ANTIBIOTIK PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH RAWAT INAP BEDAH RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Wizalti Ferdani, 2023)
EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN GERIATRI DENGAN INFEKSI SALURAN KEMIH DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN PERIODE JANUARI-DESEMBER 2023 (VERA FERISKA AYU, 2024)
HUBUNGAN DIET TINGGI LEMAK DENGAN KEJADIAN BATU SALURAN KEMIH DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (thia novita, 2015)