PENERTIBAN PENGEMIS PEREMPUAN DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENERTIBAN PENGEMIS PEREMPUAN DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

NURUL FADILAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1510101010040

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Peraturan Wali Kota Banda Aceh nomor 7 tahun 2018 memerintahkan Dinas Sosial untuk melakukan penertiban pengemis, guna mengurangi jumlah engemis di Banda Aceh. Namun, jumlah pengemis di Kota Banda Aceh semakin hari semakin bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat berbagai kendala dan dinamika penertiban pengemis, yang kemudian dianalisa menggunakan teori strukturasi Antony Giddens. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitaif dengan metode pengembilan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penertiban pengemis perempuan yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kota Banda Acehmengalami beberapa hambatan yaitu; identitas kependudukan dari para pengemis yang dirazia, fasilitas yang berada dirumah singgah, mental kesadaran pengemis untuk bertahan, terorganisir ada tempat untuk menampung pengemis dan masyarakat yang selalu memberikan sedekah karena doktrin agama. Hambatan tersebut disebabkan oleh Pengemis sebagai agen yang memiliki kesadaran diskursif, praktis dan motif tidak sadar untuk merefleksi dan memberikan penjelas atas tindakan yang pengemis lakukakan, serta pengemis sebagai struktur yang menjadi objek penertiban oleh Dinas Sosial yang terdiri dari struktur singnifikasi, struktur dominasi dan struktur legitimasi yang memiliki kekuasaan dalam mengintervensi pengemis agar berhenti mengemis.
Kata Kunci:Penertiban, PengemisPerempuan, Agen, Struktur

ABSTRACT

Banda Aceh Mayor Regulation number 7 of 2018 ordered the Social Service to curb beggars, in order to reduce the number of beggars in Banda Aceh. However, the number of beggars in the city of Banda Aceh is increasingly growing. This study aims to look at various obstacles and the dynamics of controlling beggars, which are then analyzed using Antony Giddens' structuration theory. This study uses a qualitative approach with the method of collecting data through observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that controlling women beggars carried out by the Banda Aceh City Social Service experiences several obstacles, namely; the identity of the population of the beggars being raided, the facilities in the halfway house, the mental awareness of the beggar to survive, organized there is a place to accommodate beggars and people who always give alms because of religious doctrine. These barriers are caused by Beggars as agents who have discursive, practical and unconscious motives to reflect and provide explanations for the actions that beggars do, as well as beggars as structures that are subject to control by the Social Service consisting of singnification structures, dominance structures and legitimacy structures who has the power to intervene beggars to stop begging.

Keywords: Order, Beggars Women, Agents, Structure

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK