IDENTIFIKASI FRAKSI - FRAKSI FE, AL, DAN SI AMORF DENGAN EKSTRAKSI ASAM AMMONIUM OKSALAT PADA BEBERAPA ORDO TANAH DI LAHAN KERIMG ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI FRAKSI - FRAKSI FE, AL, DAN SI AMORF DENGAN EKSTRAKSI ASAM AMMONIUM OKSALAT PADA BEBERAPA ORDO TANAH DI LAHAN KERIMG ACEH BESAR


Pengarang

Ikhwani Fitri - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1405108010006

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

571,864

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Lahan kering adalah hamparan lahan yang tidak pernah tergenang atau di genangi air selama periode sebagian besar waktu dalam setahun.Tipologi lahan ini dapat dijumpai dari dataran rendah (0 – 700 m dpl) hingga dataran tinggi (> 700 m dpl). Dari pengertian di atas, maka jenis penggunaan lahan yang termasuk dalam kelompok lahan kering mencakup: lahan tadah hujan, tegalan, kebun campuran, perkebunan, hutan, semak, padang rumput, dan padang alang-alang. Fraksi-fraksi Fe, Al, dan Si amorf di dalam tanah yang terdapat dalam bentuk mineral yang dapat mempengaruhi tanah. Salah satu bentuk dari fraksi Fe, Al, dan Si adalah bentuk amorf.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan fraksi-fraksi Fe, Al, dan Si amorf pada ordo tanah Andisol, Inceptisol, Ultisol, dan Oxisol di lahan kering Aceh Besar dengan menggunakan larutan asam ammonium oksalat, dengan menggunakan metode survai deskriptif kuantitatif yaitu melalui observasi lapangan dan analisis laboratorium. Sebelum melakukan kegiatan survai lapangan telebih dahulu dilakukan kegiatan pra survai, kegiatan pra survai yang dilakukan meliputi penentuan lokasi untuk memudahkan pada tahap survai lapangan. Selanjutnyakegiatan survai lapangan dilakukan untuk mendapatkan data primer berupa kondisi umum biofisik wilayah dan deskripsi morofologi tanah pada titik pengambilan sampel tanah, sedangkan analisis di laboratorium bertujuan untuk menentukan karekteristik sifat-sifat tanah seperti tekstur, dan sifat-sifat kimia tanah dan analisis fraksi Fe, Al, dan Si amorf.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Fe, Al, dan Si amorf pada keempat ordo tanah di lahan kering Aceh Besar,kandungan Fe-amorf paling tinggi terdapat pada ordo Oxisol pada horizon BA dengan kandungan 1,65% pada kedalaman 35 - 69 cm, kandungan Fe-amorf yang paling rendah terdapat pada ordo Ultisol pada horizon Bt1 dengan kandungan 0,07% pada kedalaman 45 – 97 cm. Pada Al-amorf kandungan yang paling tinggi terdapat pada ordo Oxisol horizon A dengan kandungan 6,44% pada kedalaman 0 – 10 cm, dan kandungan Al-amorf yang paling rendah terdapat pada ordo Inceptisol horizon AB dengan kandungan 1,46% pada kedalaman 15 – 26 cm. Pada Si-amorf kandungan yang paling tinggi terdapat pada ordo Oxisol pada horizon Bo1dengan kandungan 9,03%, dan kandungan Si-amorf yang paling rendah terdapat pada ordo Inceptisol pada horizon AB dengan kandungan 0,48%.
Keempat jenis tanah (Andisol, Inceptisol, Ultisol, dan Oxisol) kandungan yang palingtinggi terdapat pada jenis tanah Ultisol yang terdapat pada Kecamatan Jantho Desa jalin pada horizon Bt1 dengan kandungan yaitu 18,48%, sedangkan kandungan paling rendah terdapat pada ordo Inceptisol yang terdapat di Kecamatan Seulimum Desa Datagaseue pada horizon C1 dengan kandungan yaitu 0,05%.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK