ANALISIS PENGELOLAAN PERIKANAN TUNA MADIDIHANG (THUNNUS ALBACARES) DI PERAIRAN UTARA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS PENGELOLAAN PERIKANAN TUNA MADIDIHANG (THUNNUS ALBACARES) DI PERAIRAN UTARA ACEH


Pengarang

Aprianty - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1509200240015

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Agribisnis Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

338.372 7

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
Ikan tuna merupakan salah satu jenis ikan pelagis besar yang memiliki potensi
cukup tinggi di perairan Indonesia. Provinsi Aceh berpotensi sebagai daerah pengekspor
ikan tuna ke sejumlah negara dalam jumlah besar. Pada tahun 2012-2016 produksi dan trip
penangkapan tuna madidihang (Thunnus albacares) terus mengalami peningkatan. Tahun
2012 produksi ikan tuna madidihang sebesar 2.719,9 ton, tahun 2013 sebesar 3.656, 2 ton
dan pada tahun 2016 produksi meningkat hingga 7.302 ton. Tuntutan ekspor tuna ke
negara-negara besar dapat mempengaruhi ekstraksi dan keberlangsungan spesies ini.
Sumberdaya perikanan bersifat quasi open access yang menyebabkan sulitnya
pengendalian input. Akses terhadap sumberdaya yang tidak dibatasi mendorong terjadinya
eksploitasi yang berlebihan dan penggunaan sumberdaya yang tidak efisien serta
berdampak negatif terhadap lingkungan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan tuna
madidihang di Perairan Utara Aceh, menilai tingkat degradasi dan depresiasi ikan tuna
madidihang di Perairan Utara Aceh, dan menganalisis kebijakan pengelolaan sumberdaya
ikan tuna madidihang di Perairan Utara Aceh. Penelitian ini dilakukan di Pelabuhan
Perikanan Samudera Kutaraja Kota Banda Aceh dengan menggunakan metode survei dan
metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Metode analisis
yang digunakan meliputi analisis bioekonomi Gordon-Schaefer dan untuk menganalisis
implikasi kebijakan digunakan pembatasan input (Limitted Entry) dan pembatasan output
(JTB).
Berdasarkan hasil analisis bioekonomi, sumber daya perikanan tuna madidihang di
Perairan Utara Aceh menghasilkan produksi pada rezim MSY sebesar 1.505,33 ton per
tahun, tingkat upaya (effort) sebanyak 2.771,58 trip per tahun dan rente ekonomi sebesar
Rp 3.955,15 miliar per tahun. Pada rezim MEY menghasilkan produksi sebesar 1.183,48
ton per tahun, tingkat upaya (effort) sebanyak 1.490,01 trip per tahun, dan rente ekonomi
sebesar Rp 15.199,41 miliar per tahun. Pada kondisi pengelolaan open acces menghasilkan
produksi sebesar 1.496,82 ton per tahun dengan effort sebanyak 2.980,03 trip per tahun
serta rente ekonomi Rp 0. Hasil analisis parameter statis menunjukkan bahwa pemanfaatan
sumberdaya ikan tuna madidihang di Perairan Utara Aceh telah mengalami economical
overfishing dan biological overfishing.
Besaran rata-rata nilai koefisien laju degradasi dan depresiasi sumberdaya ikan tuna
madidihang secara berturut-turut adalah 0,23 dan 0,46 yang berarti berada di bawah batas
toleransinya. Dengan demikian, sumberdaya ikan tuna madidihang di Perairan Utara Aceh
dapat dikatakan belum mengalami degradasi dan depresiasi, walaupun terdapat
kecenderungan peningkatan laju depresiasi sampai mencapai nilai maksimal pada tahun
2008, 2016 dan 2017
Berdasarkan hasil analisis kebijakan pembatasan input dan output perikanan maka
pengelolaan perikanan tuna madidihang di Perairan Utara Aceh perlu di terapkan kebijakan
limitted entry dengan pengaturan upaya dan alat tangkap berdasarkan rezim MSY, MEY
dan OA, serta perlu pembatasan output perikanan dengan penerapan JTB dan perhitungan
kuota penangkapan, sehingga sumberdaya perikanan tuna madidihang tetap lestari.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK