<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="63754">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN WARUNG KOPI TRADISIONAL VERSUS MODERN (SEBUAH ANALISIS TERHADAP KONSEP RESPONSIF GENDER)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Vera Junian Bestari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Vera Junian Bestari&#13;
2019&#13;
Perbandingan Warung Kopi Tradisional &#13;
Versus Modern (Sebuah Analisis &#13;
Terhadap Konsep Responsif Gender)&#13;
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik&#13;
Universitas Syiah Kuala&#13;
(Faradilla Fadlia, S.Sos., M.Arts)&#13;
Perbedaan pada pelayanan seperti fasilitas dan kebijakan diasumsikan &#13;
berbeda antara laki-laki dan perempuan di masing-masing warung kopi yang &#13;
berbeda konsep antara tradisional dan modren, sehingga timbul diskriminiasi dan &#13;
ketidaknyamanan terhadap pengunjung perempuan. Penelitian ini akan berusaha &#13;
membandingkan warung kopi tradisional dan modern dari segi responsif gender &#13;
atau non responsif gender. Jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data &#13;
yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil menunjukkan warung &#13;
kopi terjadi perubahan sosial menjadi ruang publik ketiga bagi masyarakat Aceh &#13;
khususnya di Banda Aceh pasca tsunami dan konflik. Masyarakat mulai &#13;
menjadikan warung kopi sebagai ruang alternatif tempat bekerja, interaksi, dan &#13;
hiburan. Seiring perkembangan zaman, warung kopi membentuk dua konsep &#13;
yakni tradisional dan modren. Pada warung kopi tradisional masih menimbulkan &#13;
permasalahan dan non responsif gender pada fasilitas dan pelayananannya, &#13;
sedangkan warung kopi modren telah menunjukkan langkah responsif gender &#13;
yang ditandai dengan fasilitas yang memadai dan pelayanan yang baik bagi laki-&#13;
laki dan juga perempuan. Kesimpulan yakni  warkop tradisional  belum  responsif &#13;
gender, sedangkan warkop modern  telah  responsif gender. Dari segi fasilitas, &#13;
warkop modern lebih merespon gender daripada warkop tradisional. Warkop &#13;
modern memiliki fasilitas yang memadai tentang menu, toilet, ruang ibadah, &#13;
tempat duduk, dan ruangan khusus merokok.  Pengetahuan responsif gender &#13;
berbeda antara pemilik warkop tradisional dan modern. Pemilik warkop &#13;
tradisional tidak mengetahui konsep tentang responsif gender, sedangkan pemilik &#13;
warkop modern memiliki pengetahuan yang baik tentang responsif gender. &#13;
Pengetahuan responsif gender konsumen cukup, namun tidak sampai kepada &#13;
tindakan.&#13;
Kata Kunci: perubahan sosial, warung kopi, responsif gender.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>63754</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-09-19 13:27:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-09-20 10:45:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>