RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) AKIBAT PEMBERIAN DOSIS PUPUK KALIUM DAN KONSENTRASI MIKROORGANISME LOKAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) AKIBAT PEMBERIAN DOSIS PUPUK KALIUM DAN KONSENTRASI MIKROORGANISME LOKAL


Pengarang

FITRA ARIS MUNANDAR - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1505101050041

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

631.875

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kalium dan konsentrasi mikroorganisme lokal, serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2019 di Kebun Percobaan 2, Laboratorium Fisiologi Tumbuhan dan Laboratorium Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3 x 4 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti yaitu dosis pupuk kalium yang terdiri dari 3 taraf (kontrol, 100 dan 200 kg ha-1) dan konsentrasi mikroorganisme lokal yang terdiri 4 dari taraf (kontrol, 75, 150 dan 225 ml L-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk kalium berpengaruh sangat nyata terhadap potensi hasil tanaman bawang merah dan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun bawang merah pada umur 42 HST dan bobot kering umbi bawang merah. Pertumbuhan dan hasil bawang merah terbaik dijumpai pada dosis pupuk kalium 100 kg ha-1. Konsentrasi mikroorganisme lokal berpengaruh nyata terhadap diameter umbi bawang merah. Pertumbuhan dan hasil bawang merah terbaik dijumpai pada perlakuan kontrol (tanpa pemberian mikroorganisme lokal). Terdapat interaksi yang berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 35 dan 42 HST, jumlah daun pada 14, 21, 28, 35, dan 42 HST, jumlah anakan pada 30 dan 40 HST, bobot berangkasan basah per rumpun, bobot berangkasan kering per rumpun, jumlah umbi per rumpun, diameter umbi, bobot basah umbi, bobot kering umbi, dan potensi hasil tanaman bawang merah. Pertumbuhan dan hasil bawang merah terbaik dijumpai pada kombinasi dosis pupuk kalium 200 kg ha-1 dengan konsentrasi MOL 75 ml L-1.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK