<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="63652">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI KESIAPAN MODERNISASI SISTEM IRIGASI DI DAERAH IRIGASI KRUENG ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>EKA UMAYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>EKA UMAYA. 1505106010046. Evaluasi Kesiapan Modernisasi Sistem Irigasi di Daerah Irigasi Krueng Aceh Di Bawah bimbingan Syahrul sebagai Pembimbing Utama dan Purwana Satriyo sebagai Pembimbing Anggota.&#13;
&#13;
RINGKASAN&#13;
&#13;
Modernisasi Irigasi adalah usaha yang dilakukan untuk mewujudkan suatu sistem pengelolaan  irigasi  yang  lebih  aktif  dalam  pemenuhan  tingkat  layanan  irigasi  secara efektif, efesien, dan berkelanjutan dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan air melalui peningkatan keandalan penyediaan air, prasarana, pengelola irigasi, dan sumber daya manusia atau disebut dengan lima pilar modernisasi irigasi.Penelitian ini untuk mengetahui kesiapan modernisasi irigasi pada suatu daerah irigasi akan dinilai terlebih dahulu menggunakan indeks kesiapan modernisasi irigasi (Modernisation Readyness Indexs) setelah mengetahui nilai indeks yang didapatkan pada suatu daerah irigasi selanjutnya akan dicari beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan atau mempertahankan agar irigasi tersebut modern menggunakan analisis SWOT yang menggunakan   kerangka   kerja   kekuatan   (streghth),   dan   kelemahan   (weaknesses), kesempatan internal (Opportunity), dan ancaman (Threats).&#13;
Penelitian ini dilakukan di Daerah Irigasi Krueng Aceh Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh yang dilakukan pada bulan Mei sampai Juli 2019. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh melalui observasi lapangan dengan melihat langsung kondisi jaringan dan saluran irigasi, kemudian melakukan wawancara dengan P3A dan petugas OP irigasi terkait tentang pertanyaan pilar modernisasi irigasi, dan pengambilan dokumentasi, data sekunder yang digunakan pada penelitian ini yaitu skema jaringan daerah irigasi, dan skema bangunan daerah irigasi. Kemudian dari hasil wawancara dan survei  disusun faktor internal yaitu kekuatan dan kelemahan, juga faktor eksternal  yaitu ancaman  dan peluang, setelah itu dikembangkan strategi-strategi untuk menuju modernisasi irigasi di daerah irigasi tersebut.&#13;
Hasil   penelitian   didapatkan   nilai   kesiapan   modernisasi   irigasi   pada   pilar ketersediaan air sebesar 10 nilai pilar prasarana irigasi 20,31 nilai pilar sistem pengelolaan&#13;
15 nilai pilar institusi pengelolaan 9 dan nilai dari pilar sumber daya manusia sebesar 7,5 untuk   jumlah   keseluruhan   didapatkan   hasil   sebesar   61,81   yang   berarti   kesiapan modernisasi pada Daerah Irigasi  Krueng Aceh termasuk dalam kriteria cukup dan dapat dikatakan daerah irigasi tersebut perlu penyempurnaan terlebih dahulu selama 1-2 tahun. Strategi yang dapat dilakukan untuk penyempurnaan sistem irigasi menggunakan analisis SWOT berada pada kuadran pertama (S-O) yaitu strategi yang memanfaatkan kekuatan untuk menangkap peluang yang ada. Beberapa strategi yang dapat dilakukan di   Daerah Irigasi Krueng Aceh ini adalah Petugas penjaga pintu air harus sering melihat kondisi sekitar bangunan dan mencatat pada blangko pemeliharaan apabila ada kerusakan pada bangunan, mengadakan musyawarah antar P3A dan GP3A untuk membahas Rencana Tata Tanam (RTT), petani memanfaatkan Kondisi prasarana irigasi semaksimal mungkin dan memperbaiki infrastruktur irigasi oleh tim teknisi irigasi, memanfaatkan anggaran untuk pengoperasian  jaringan  irigasi  yang  dilakukan  oleh  pemerintah  dan  juga  P3A  sesuai dengan kesepakataan kerjasama OP, adanya pemberian  penghargaan kepada staf ranting terbaik, menambah ilmu pengetahuan tentang modernisasi yang dapat dilakukan pada saat rapat antar anggota pengelola irigasi.&#13;
&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>IRRIGATION - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>627.52&#13;
&#13;
</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>63652</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-09-18 17:40:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-10-04 08:55:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>