Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
MAKNA PELAMINAN KAMAR PENGANTIN SUKU ANEUK JAMEE DI KECAMATAN TAPAKTUAN
Pengarang
ARDILLA SEPTIANA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1406102030031
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kata Kunci : Fungsi, makna simbolik, pelaminan kamar pengantin, Suku Aneuk Jame
Pelaminan kamar pengantin yang memiliki keunikan dan kekhasannya salah satunya adalah pelaminan kamar pengantin Suku Aneuk Jamee di Kecamatan Tapaktuan. Masalah dari penelitian ini yaitu bagaimana fungsi dan makna simbolik pelaminan kamar pengantin suku Anauk Jamee. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan fungsi dan makna simbolik pelaminan kamar pengantin suku Aneuk Jamee di kecamatan Tapaktuan. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, jenis penelitian ini yaitu deskriptif. Subjek penelitian ini ialah suku Aneuk Jamee serta objek dari penelitian ini ialah kamar pengantin suku Aneuk Jamee. Pengumpulan data dilakukan menggunakan interview (wawancara), observasi (pengamatan), dan dokumentasi. Diketahui fungsi keseluruhan dari pelaminan kamar pengantin ialah tempat pelaksanaan ritual adat pernikahan suku Aneuk Jamee dan di kamar itulah mempelai wanita akan melepaskan keperwanannya untuk dipersembahkan kepada sang suami. Makna simbolik yang terdapat di pelaminan kamar pengantin suku Aneuk Jamee di kecamatan Tapaktuan ialah (1) Labah Mangirok (lebah hinggap) yang bermaknakan seorang raja dan rakyat yang saling tolong-menolong,(2) Banta Gadang Tagak (bantal besar berdiri) bermaknakan seorang perempuan yang akan melahirkan keturunan,(3) Meracu dan Tapak diibaratkan seorang raja dan ratu,(4) Kipas Berwarna Warni yang memiliki tiga warna yaitu kuning, merah, dan hijau ,(5) Banta Basusun (bantal bersusun) bermakna empat pihak delapan kaum,(6) Tilam Pandak adalah tempat duduk pengantin yang diumpamakan sebagai singgasana kehormatan untuk pengantin yang disandingkan di pelaminan,(7) Renda Putih yang bermaknakan suatu kesucian ,(8) Langik-langik (langit-langit),(9) Buah Butun Kuning di Bangku yang berjumlah lima ruas mengartikan rukun islam ada lima perkara,(10) Pancuang Soa Kelambu (kelambu tujuh lapis) bagian utama yang terdapat pada pelaminan kamar pengantin, Bii (kening kelambu) maknanya kesucian hati suami istri dalam menjalankan bahtera rumah tangga, (11) Seprai Berlapis Tujuh ,(12) Sampang Kain berfungsi tempat penyampangan kain yang dibawa oleh mempelai laki-laki,(13) Tikar Jajakan. Selain itu properti yang juga terdapat di kamar pengantin yaitu Ceurano (tempat sirih), Tuduang saji (tudung saji). Pelaminan Kamar Pengantin Suku Aneuk Jamee di Kecamatan Tapaktuan hanya dapat dinikmati oleh perempuan yang bisa menjaga kehormatan nya.
Tidak Tersedia Deskripsi
BENTUK PELAMINAN SUKU ANEUK JAMEE DI KAMPUNG PINANG KECAMATAN SUSOH KABUPATEN ACEH BARAT DAYA (fakhrianur, 2014)
PENGGUNAAN SAPAAN KEKERABATAN DALAM BAHASA ANEUK JAMEE PADA MASYARAKAT GAMPONG LHOK KEUTAPANG, KECAMATAN TAPAKTUAN, KABUPATEN ACEH SELATAN (LIZA HARIANTI SUKMA, 2021)
MERACU TUNGGANG BALIAK DAN MERACU DUA PADA TRADISI PELAMINAN ADAT JAMEE DI KABUPATEN ACEH SELATAN (FANITA YULIARISA ASWIJA, 2026)
MAKIAN DALAM BAHASA ANEUK JAMEERNDI KECAMATAN SAMADUA KABUPATEN ACEH SELATAN (Shiddiq Al Rahmad, 2022)
MOTIVASI PNS SUKU ANEUK JAMEE DALAM PEMILIHAN BAHASA INDONESIA DI KOTA TAPAK TUAN (Saratul Idami, 2017)