<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="63538">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISTIK PENGERINGAN LAPISAN TIPIS KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL) MENGGUNAKAN PENGERING TIPE TRAY DRYER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Deni Setio Hadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
Kunyit (Curcuma domestica  VAL.)  adalah tanaman rimpang yang sangat populer &#13;
sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Kunyit kering dapat memperpanjang masa simpan &#13;
dan  mempermudah pengemasan.  Untuk mendapatkan  bubuk kunyit  perlu adanya proses &#13;
pengeringan  kunyit terlebih dahulu.  Salah satu alat pengering yang dapat digunakan untuk &#13;
mengeringkan kunyit  adalah tray dryer, yaitu suatu  alat pengering yang dilengkapi dengan &#13;
rak-rak berlubang.  Tujuan penelitian ini  adalah  untuk mengetahui  karakterisitik &#13;
pengeringan lapisan tipis kunyit menggunakan pengering tipe tray dryer dan untuk melihat &#13;
mutu kunyit kering dan bubuk kunyit.&#13;
Penelitian ini  menggunakan  irisan  kunyit  sebanyak 4,5  kg, kemudian dikeringkan &#13;
pada setiap variasi suhu yaitu 35ºC, 45ºC  dan 55ºC. Perhitungan massa kunyit diukur tiap &#13;
30 menit sekali sampai bahan mencapai kadar air 5%.  Parameter penelitian  meliputi &#13;
distribusi  suhu, kelembaban udara, kecepatan  aliran udara, penurunan bobot  kunyit, kadar &#13;
air,  laju pengeringan, rendeman,  kadar protein, dan uji  diskriminatif serta uji  hedonik &#13;
terhadap warna, aroma dan tekstur. &#13;
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa  semakin tinggi suhu pengeringan maka &#13;
semakin cepat proses pengeringan berlangsung. Pengeringan kunyit pada suhu 55ºC  hanya &#13;
membutuhkan waktu selama 210 menit, sedangkan suhu 35ºC  dan 45ºC  masing-masing &#13;
membutuhkan waktu 390 menit dan 270 menit. Kelembaban relatif disetiap suhu yaitu &#13;
35ºC rata-rata sebesar 63,36%,  suhu 45ºC sebesar 63,30% dan suhu 55ºC sebesar 62,25%. &#13;
Kecepatan aliran udara untuk suhu 35ºC dan 45ºC diperoleh  2,4m/s  karena  menggunakan &#13;
2 kipas, dan  suhu 55&#13;
o&#13;
C  hanya  1,4 m/s  karena menggunakan  satu kipas. Kadar air awal &#13;
kunyit segar sebesar  85,20%  dengan  rata-rata penurunan kadar air pada  variasi suhu  35ºC, &#13;
45ºC  dan 55ºC    sebesar 80,81% sehingga  rata-rata kadar air akhir kunyit kering yang &#13;
didapatkan sebesar 4,39%, dimana kadar air tesebut tidak melebihi standar SNI untuk &#13;
kadar air kunyit kering.  Laju pengeringan pada suhu 35ºC rata-rata sebesar 1,36 &#13;
%bk/menit, pada suhu 45ºC rata-rata sebesar 1,90 %bk/menit dan pada suhu 55ºC rata-rata &#13;
sebesar 2,38 %bk/menit.  Rendemen tertinggi kunyit kering terdapat pada pada suhu &#13;
pengeringan 45ºC    yaitu 15,53% sedangkan  rendemen  tertinggi    bubuk kunyit  terdapat &#13;
pada suhu  35ºC  yaitu  sebesar  12,0%.  Protein bubuk kunyit setelah pengeringan pada suhu &#13;
35ºC sebesar 2,62%, suhu 45ºC 4,38%, pada suhu 55ºC sebesar 5,21% dan kunyit komersil &#13;
mendapatkan nilai protein  sebesar 3,49%.  Berdasarkan uji diskriminatif,  yang mendekati &#13;
warna dan aroma bubuk kunyit komersil  adalah bubuk kunyit yang dikeringkan  pada  suhu &#13;
45ºC  dengan  skor  2  (sama).  Berdasarkan hasil uji organoleptik hedonik  panelis lebih &#13;
menyukai warna  bubuk  kunyit yang dikeringkan pada suhu  45ºC  dengan skor 5  (sangat &#13;
suka) bila dibandingkan dengan warna bubuk kunyit yang dikeringkan pada suhu 35ºC dan &#13;
55ºC, dimana panelis hanya memberikan skor 4 (suka).  Berdasarkan hasil penelitian &#13;
pengeringan kunyit suhu yang  direkomendasikan  untuk pengeringan kunyit yaitu pada &#13;
suhu 45ºC.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>63538</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-09-18 12:49:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-09-18 15:30:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>