KAJIAN PERUBAHAN POLA BUDIDAYA DAN MANAJEMEN TAMBAK DI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN PERUBAHAN POLA BUDIDAYA DAN MANAJEMEN TAMBAK DI ACEH


Pengarang

PRISKA APRILIA MURNI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1505102010057

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

338.372 7

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
Pasca bencana tsunami Aceh pada 2004 lalu, membuat banyak perubahan pada tambak
di Aceh. Perubahan terjadi tidak hanya pada manajemen tambak tetapi juga pada proses
budidaya. Tambak yang tidak dapat dikelola kembali akibat kerusakan atau serangan penyakit,
membuat sebahagian petambak di Aceh memilih untuk melakukan sewa lahan tambak.
Penyewaan dilakukan guna tetap dapat melakukan budidaya untuk menyelamatkan mata
pencahariannya, sehingga kegiatan produksi dapat terus berlanjut.
Perkembangan budidaya udang di Aceh dengan varietas vaname beberapa tahun
terakhir ini mengalami kenaikan yang cukup baik. Diperkirakan banyaknya pelaku usaha
tambak dalam beberapa tahun terakhir yang beralih varietas budidayanya dari windu ke
vaname. Ini dikarenakan vaname lebih tahan terhadap serangan penyakit dan perubahan iklim.
Selain itu, vaname memiliki pangsa pasar yang luas baik didalam negeri maupun diluar negeri.
Perubahan budidaya dilakukan guna untuk tetap dapat mempertahankan produksi udang Aceh
dan membuat Aceh tetap menjadi sebagai salah satu produsen udang di Indonesia, tidak
hanyapada pemasaran dalam negeri tetapi juga pemasaran pada pasar internasional
Tujuan penelitian mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya perubahan pola
budidaya dan sistem tambak. Penelitian dilakukan di empat Kabupaten yaitu Pidie, Pidie Jaya,
Bireuen dan Aceh Utara. Dilakukan dengan studi dokumen, wawancara, kuesioner dan
observasi lapangan. Pihak yang dipilih untuk mengidentifikasi perubahan perilaku adalah
petambak (utama) dan Dinas Kelautan Perikanan (pendukung). Setelah perubahan pola
budidaya dan manajemen berhasil diidentifikasi peneliti ingin melihat faktor apa yang paling
berpengaruh terhadap perubahan budidayadan manajemen serta keterkaitan antara faktor
penyebab terhadap berubahnya budidaya dan sistem pengelolaan dengan menggunakan
analisis kualitatif. Hasil penelitian ini adalah melihat perubahan yang terjadi baik pada sistem
budidaya tambak dan manajemen budidaya tambak. Perubahan terjadi karena beberapa faktor
yaitu lingkungan, ekonomi, sosial/kelembagaan, pemerintahan dan infrastruktur. Faktor
lingkungan (alam) menjadi faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK