TATA NIAGA BUAH NAGA DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

TATA NIAGA BUAH NAGA DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Akhsanul Amalin - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1205102010086

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kota Banda Aceh sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan menjadi daerah tempat dijualnya aneka jenis buah-buahan baik lokal maupun buah impor. Buah-buahan di Kota Banda Aceh tidak hanya dijual di pusat-pusat perbelanjaan atau pasar swalayan namun juga dijual secara eceran oleh pedagang di sejumlah lokasi terpisah terutama di dekat jalan-jalan utama Kota Banda Aceh. Dari sejumlah buah yang dipasarkan di Kota Banda Aceh buah naga menjadi salah satu buah favorit bagi masyarakat. Dengan rasanya yang lezat (manis, asam dan segar) serta kandungannya yang bermanfaat bagi kesehatan dan pencegahan beberapa penyakit, membuat minat masyarakat untuk membeli buah naga di Kota Banda Aceh terus meningkat. Kondisi tersebut juga dibarengi oleh meningkatnya animo masyarakat untuk membudidayakan buah naga.
Tujuan penelitian adalah (1) Berapakah jumlah tipe saluran tata niaga buah naga di kota banda aceh dan (2) Bagaimana profit margin yang diperoleh pengecer yang terlibat dalam tata niaga buah naga di kota banda aceh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus, sedangkan pengambilan sampel pedagang besar dan pengecer menggunakan snowball sampel.
Maka dapat disimpulkan beberapa kesimpulan yaitu, (1) Saluran tata niaga buah naga di kota banda aceh memiliki 2 tipe saluran. saluran Pertama (I) Petani-Pedagang besar- Pengecer. saluran kedua (II) Petani langsung ke konsumen dan (2) Pengecer buah naga yang berada pada saluran (II) menjadi lembaga yang memperoleh keuntungan terbesar. Dengan biaya pemasaran yang lebih kecil Pengecer menjadi lembaga lebih menguntungkan dalam tata niaga buah naga di Kota Banda Aceh.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK