ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL AGROINDUSTRI TAHU RION DI DESA LAMTEUMEN BARAT KECAMATAN JAYA BARU KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL AGROINDUSTRI TAHU RION DI DESA LAMTEUMEN BARAT KECAMATAN JAYA BARU KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Nova Fitrah Zahara - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1505102010009

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Industri pangan mempunyai prospek bisnis yang baik dan keberadaannya selalu dibutuhkan, salah satu industri pengolahan yang banyak dijalankan adalah industri berbasis kedelai. Produk pangan hasil olahan kedelai yang sudah cukup dikenal di Indonesia adalah produk olahan tahu. Selain harganya yang cukup murah, tahu bernilai gizi tinggi. Banyaknya permintaan konsumen akan tahu akan menyebabkan banyaknya industri tahu bermunculan. Salah satu pengusaha tahu yang terdapat di Aceh adalah Industri Tahu Rion di Desa Lamtemen Barat Kecamatan Jaya Baru kota Banda Aceh. Namun industri tahu Rion menggunakan bahan baku kedelai impor dalam memproduksi tahu walaupun harganya lebih mahal dari harga Medan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan agroindustri tahu rion di desa Lamteumen Barat Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh ditinjau dari aspek finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroindustri tahu rion di desa Lamteumen Barat Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh layak dijalankan dilihat dari aspek finansial dengan nilai NPV bernilai positif, Net B/C lebih besar dari 1, IRR lebih besar dari discount factor 10% dan nilai Break Event Point (BEP) lebih cepat dari umur ekonomis usaha. Dari analisis sensitivitas, kenaikan biaya produksi 10% tanpa diikuti kenaikan benefit dan penurunan benefit 10% dengan biaya produksi tetap menunjukkan bahwa usaha agroindustri tahu Bapak Rion tidak layak untuk dilanjutkan dan sangat berpengaruh terhadap kelayakan usaha tahu bapak Rion.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK