Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PENGARUH SEMEN TIPE A DAN TIPE I TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN VARIASI FAS DAN UMUR
Pengarang
Muhammad Nasir - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0904001010021
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (D3) / PDDIKTI : 22401
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2014
Bahasa
Indonesia
No Classification
624.183 3
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Beton merupakan salah satu bahan konstruksi bangunan. Campuran beton hanya terdiri semen, air, agregat dan bahan tambah bila diperlukan. Material semen dalam beton sangat penting dikarenakan semen berfungsi sebagai bahan pengikat antara agregat kasar dan agregat halus. Semen yang digunakan untuk pekerjaan beton harus disesuaikan dengan rencana kekuatan dan spesifikasi teknik yang diberikan. Pemilihan tipe semen mudah dilakukan karena semen dapat langsung diambil dari sumbernya (pabrik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan semen Andalas Tipe A dan semen Andalas Tipe I terhadap kuat tekan beton dengan variasi nilai Faktor Air Semen (FAS) dan umur pengerasan. Perencanaan campuran beton menggunakan metode American Concrete Institute 211.1-91. Ukuran maksimum agregat adalah 31,5 mm. Benda uji yang digunakan pada penelitian adalah silinder beton berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Pada penelitian ini umur pengujian kuat tekan adalah 3, 7, 14, 21 dan 28 hari dengan variasi FAS 0,46 dan 0,57. Jumlah sampel untuk semua variasi FAS pada setiap pengujian kuat tekan beton adalah 15 buah benda uji untuk masing-masing tipe semen. Kuat tekan beton dengan variasi FAS dan umur yaitu pada penggunaan FAS 0,46, kuat tekan beton dengan penggunaan perekat berupa semen Tipe I, dan semen Tipe A, dari umur 3 hari hingga mencapai umur 28 hari, meningkat berturut-turut dari 220,21 kg/cm2 menjadi 389,97 kg/cm2, dan 203,23 kg/cm2 menjadi 370,43 kg/cm2. Untuk penggunaan FAS 0,57 pada penggunaan perekat dan periode yang sama, nilai kuat tekannya meningkat berturut-turut dari 167,95 kg/cm2 menjadi 304,29 kg/cm2, dan 155,13 kg/cm2 menjadi 287,63 kg/cm2. Hasil pengujian kuat tekan dari jenis semen yang digunakan, terlihat bahwa beton dengan perekat berupa semen Andalas Tipe I mampu mengembangkan kekuatan yang lebih tinggi untuk setiap umur penguatan
bila dibandingkan dengan beton dengan perekat semen Andalas Tipe A baik pada penggunaan FAS 0,46 maupun FAS 0,57.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH JENIS SEMEN TERHADAP PERKEMBANGAN KUAT TEKAN BETON UNTUK FAS 0,4 DENGAN MENGGUNAKAN SEMEN PCI DAN PCC (Khalid, 2015)
PENGARUH SEMEN TIPE A DAN TIPE I TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN VARIASI FAS DAN UMUR (Muhammad Nasir, 2014)
PENELITIAN KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN PASIR LAUT GLEE JONG LAMNO SEBAGAI AGREGAT HALUS (DESSY AMALIA FARINA, 2024)
PENGARUH PENGGUNAAN SEMEN PCC DAN PPC TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN FAS 0,4 (Rizkian Maulidi, 2017)
PENGARUH BESAR KELAJUAN PEMBEBANAN TERHADAP KUAT TEKAN BETON (SUATU PENELITIAN BETON PADA BENDA UJI KUBUS (15 X 15 X 15) CM DENGAN FAS 0,4 DAN 0,5) (Cut Muhammad Amin, 2025)