ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN NIRA DARI LIMBAH BATANG KELAPA SAWIT MENJADI GULA MERAH (STUDI KASUS PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI DESA GERENGGAM KECAMATAN KEJURUAN MUDA KABUPATEN ACEH TAMIANG) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN NIRA DARI LIMBAH BATANG KELAPA SAWIT MENJADI GULA MERAH (STUDI KASUS PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI DESA GERENGGAM KECAMATAN KEJURUAN MUDA KABUPATEN ACEH TAMIANG)


Pengarang

Mirasarlina - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1505102010008

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu jenis tanaman yang menduduki posisi
penting dalam sektor perkebunan. Kelapa sawit merupakan komoditi andalan Indonesia yang
perkembangannya demikian pesat. Seiring dengan peningkatan perkembangan kelapa sawit,
banyak tanaman kelapa sawit yang telah berumur diatas 25 tahun yang ditandai dengan
penurunan produktivitas menjadi sebesar 12 ton/Ha/tahun sehingga perlu untuk dilakukan
peremajaan agar bisa berproduksi secara normal kembali. Batang kelapa sawit dari hasil
peremajaan tersebut yang kemudian dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan gula
merah, untuk memperoleh nira sawit maka dilakukan penyadapan terhadap batang kelapa
sawitnya.
Saat ini, di Aceh limbah batang sawit masih belum dimanfaatkan secara optimal
bahkan limbah tersebut seringkali dibuang dan dibakar tanpa adanya pengolahan lebih lanjut.
Padahal sesungguhnya, hanya dengan sedikit usaha, batang pohon itu bisa menghasilkan gula
merah. Pengolahan nira dari limbah batang kelapa sawit dapat menciptakan nilai tambah
sehingga dapat memberikan pendapatan tambahan bagi pengrajinnya tanpa membuang begitu
saja limbah batang sawit tersebut.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui besaran nilai tambah yang dihasilkan
dari proses pengolahan nira dari limbah batang kelapa sawit menjadi gula merah pada
Industri Rumah Tangga di Desa Gerenggam serta untuk mengetahui besarnya keuntungan
yang diperoleh pengrajin dari usaha pengolahan gula merah dari limbah batang kelapa sawit
pada Industri Rumah Tangga di Desa Gerenggam, Kecamatan Kejuruan Muda ,Kabupaten
Aceh Tamiang. Penelitian ini menggunakan Metode Hayami dan Analisis Biaya, Penerimaan,
Keuntungan dan Rentabilitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah yang didapat oleh industri rumah
tangga milik pak Sumarno di Desa Gerenggam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh
Tamiang dalam memproduksi gula merah sawit adalah sebesar Rp 1.171/Kg dengan rasio
nilai tambah sebesar 30,48 %. Rasio nilai tambah yang diperoleh pada gula merah sawit
berkisar 15-40% maka nilai tambah yang dihasilkan gula merah sawit tersebut dapat
dikatakan sedang. Dilihat dari segi pendapatan, pembuatan gula merah dari limbah batang
kelapa sawit yaitu menguntungan. Keuntungan yang diperoleh pada industri rumah tangga di
Desa Gerenggam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang adalah sebesar Rp
5.257.549 per bulan dengan nilai rentabilitas sebesar 30 % dengan demikian industri rumah
tangga gula merah sawit tersebut dapat menghasilkan laba sebesar 30 % dari modal yang
dikeluarkan dalam satu bulan produksi atau disebut juga berdasarkan standar rentabilitas
adalah sangat baik dikarenakan nilai rasio yang didapat adalah berkisar >5 %.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK