<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="63270">
 <titleInfo>
  <title>APLIKASI KONTROL OPTIMAL PADA PERMASALAHAN DINAMIKA KORUPSI DENGAN INTENSITAS KOMUNITAS ANTIKORUPSI SEBAGAI VARIABEL KONTROL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NURUL HUSNA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>&#13;
&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penelitian dalam tugas akhir ini mengkaji masalah kontrol optimal permasalahan dina- mika korupsi yang mengacu pada jurnal Eguda et al. (2017). Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan solusi optimal pengontrolan permasalahan dinamika korupsi dalam hal meminimumkan jumlah individu koruptor dengan biaya pengendalian in- tensitas komunitas antikorupsi yang minimum dan menganalisis hasil simulasi per- bandingan solusi optimal dari model yang telah ditambahkan variabel kontrol dengan model yang diajukan oleh Eguda et al.  (2017).  Penyelesaian masalah dalam pene- litian ini dilakukan dengan pendekatan analitik dan dilanjutkan dengan pendekatan numerik. Penyelesaian secara analitik menggunakan prinsip minimum Pontryagin ya- itu dengan membentuk persamaan Hamiltonian sehingga diperoleh fungsi pengontrol. Selanjutnya hasil yang diperoleh dari pendekatan analitik diselesaikan melalui pende- katan numerik dengan mendiskritkan persamaan menggunakan metode beda hingga dan Runge-Kutta orde 4 serta disimulasikan dengan menggunakan MATLAB R2010a. Simulasi dilakukan dengan menggantikan nilai parameter A yaitu 10, 100, dan 1000 yang merupakan bobot biaya pengontrolan sistem.  Berdasarkan hasil simulasi terli- hat bahwa ketika A = 10, sistem mencapai pengontrolan paling optimal dibandingkan dengan yang lainnya. Ketika A = 10, sistem mampu mereduksi individu koruptor men- capai 92, 1%, ketika A = 100, sistem mampu mereduksi individu koruptor mencapai&#13;
86, 6%, dan ketika A = 1000 sistem mampu mereduksi individu koruptor mencapai&#13;
56, 2%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa solusi optimal pengon- trolan permasalahan dinamika korupsi terjadi ketika bobot biaya yang dipilih kecil, dimana sistem akan cenderung memilih kontrol yang maksimum yang mengakibatkan intensitas komunitas antikorupsi yang dapat diterapkan lebih besar sehingga jumlah in- dividu koruptor yang tereduksi semakin banyak. Akibatnya individu idealis dan awam meningkat, serta individu narapidana dan mantan narapidana menurun.&#13;
&#13;
Kata kunci : Kontrol optimal, intensitas komunitas antikorupsi, prinsip minimum pon- tryagin, metode beda hingga, metode Runge-Kutta orde 4, MATLAB R2010a&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>63270</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-09-17 10:19:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-09-17 10:51:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>