PEMETAAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DAN FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (GIS) DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PEMETAAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DAN FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (GIS) DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

MARLENA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1702201010002

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Kesehatan Masyarakat Veterenir (S2) / PDDIKTI : 54162

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kota Banda Aceh yang sebagian wilayahnya merupakan daerah pantai dan dataran rendah, merupakan daerah endemis penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Secara umum DBD di Banda Aceh dalam 5 tahun terakhir jumlah kasus DBD berfluktuatif. Kondisi ini menyebabkan, pengelola masalah kesehatan di Kota Banda Aceh mengalami kesulitan dalam melakukan pengendalian penyakit dan penanggulangan penyebab DBD. Hal ini terjadi karena data atau informasi yang disajikan di Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh masih menggunakan data manual. Data atau informasi tersebut seharusnya dapat dipetakan sekaligus sehingga menjadi suatu alat yang sangat berguna untuk penanggulangan dan pengendalian penyakit DBD. Oleh karena itu diperlukan suatu pendekatan secara spasial dengan menggunakan sistem informasi geografis (SIG).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kasus penyebaran DBD berdasarkan kepadatan permukiman, keberadaan tempat penampungan air, dan adanya jentik nyamuk Aedes aegypti. Jenis penelitian dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui survei berdasarkan studi Cross-sectional. Rancangan penelitian ini menggunakan metode interpretasi visual dan overlay. Populasi penelitian ini adalah seluruh penderita DBD tahun 2017 berjumlah 236 orang yang tersebar di Sembilan kecamatan di Kota Banda Aceh. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui pengamatan langsung dengan menggunakan alat Global Positioning System (GPS) dan data skunder dari instansi terkait. Analisa data menggunakan aplikasi ArcGIS dan statistik Chi-Square menggunakan aplikasi SPPS versi 23.
Hasil penelitian secara spasial menunjukan bahwa daerah yang memiliki faktor risiko lingkungan yang menyebabkan terjadinya kasus DBD di Kota Banda Aceh dengan kategori tinggi sebanyak 30%, kategori sedang 41,1% dan kategori rendah 28,9%. Kesimpulan penelitian menunjukan kasus DBD kategori rendah sebesar 61,1%, kasus DBD kategori sedang sebesar 22,2% dan kasus DBD kategori tinggi sebesar 16,7%. Faktor risiko lingkungan yang menyebabkan terjadinya kasus DBD di Kota Banda Aceh kategori rendah sebesar 30%, kategori sedang sebesar 41,13% dan kategori tinggi sebesar 28,96%. Terdapat hubungan terjadinya kasus DBD dengan faktor risiko lingkungan jumlah Container di rumah penderita DBD dan ditemukannya jentik pada Container dirumah penderita DBD dan tidak terdapat hubungan terjadinya kasus DBD dengan faktor risiko lingkungan kepadatan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK