PENGUJIAN KINERJA MESIN PENGADUK KOMPOS DENGAN MENGGUNAKAN BERBAGAI TIPE INOKULUM TERHADAP KANDUNGAN UNSUR HARA DARI CACAHAN PELEPAH SAWIT ( ELARIS GUINEENSIS JACQ ) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGUJIAN KINERJA MESIN PENGADUK KOMPOS DENGAN MENGGUNAKAN BERBAGAI TIPE INOKULUM TERHADAP KANDUNGAN UNSUR HARA DARI CACAHAN PELEPAH SAWIT ( ELARIS GUINEENSIS JACQ )


Pengarang

RUSLAN - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1505106010054

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

631.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Ruslan. 1505106010054. Pengujian Kinerja Mesin Pengaduk Kompos Dengan
Menggunakan Berbagai Tipe Inokulum Terhadap Kandungan Unsur Hara Dari Cacahan
Pelepah Sawit ( Elaris Guineensis JACQ ) dibawah bimbingan Ramayanty Bulan sebagai
pembimbing utama dan Syafriandi sebagai anggota.

RINGKASAN
Kelapa sawit (Elaeis guineensis JACQ) merupakan salah satu tanaman populer
yang menjadi investasi masyarakat di era sekarang. Hal ini dikarenakan kelapa sawit
memberikan banyak keuntungan dalam jangka waktu yang panjang. Namun kelapa sawit
juga dapat memberikan pengaruh buruk terhadap masyarakat disebabkan pelepah daun
kelapa sawit tidak dimanfaatkan atau dibuang di sekitar tanaman tersebut sehingga menjadi
limbah bagi lingkungan masyarakat. Salah satu cara mengolah limbah pelepah daun kelapa
sawit menjadi kompos dengan menggunakan alat pencacah dengan mesin Tipe Drum
Rotary Double Helix.
Bahan utama dalam pengolahan kompos pelepah daun kelapa sawit dan kotoran
sapi. Kompos yang dihasilkan menjadi dua jenis berdasarkan tipe Inoculum yaitu Bokashi
dan Natural. Bokashi terdiri dari limbah pelepah daun kelapa sawit, kotoran sapi, dan
EM4. Sedangkan, Natural terdiri dari limbah pelepah daun kelapa sawit dan kotoran sapi.
Kompos tersebut diuji kandungan unsur hara makro untuk memenuhi kandungan unsur
hara makro yang disyaratkan untuk kompos. Pengujian tersebut dilakukan selama 30 hari
dan 60 hari.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa; (i) suhu pada kedua tipe Inoculum
ini semakin hari semakin menurun suhu kompos, begitu juga susut bobot pada kedua tipe
Inoculum semakin hari semakin menurun, tanda kematangan kompos yaitu susut bobot
berkisar 20% minimum; (ii) kandungan unsur makro yang terdapat pada Inoculum Natural
30 hari pada penelitian ini adalah C-organik 10,49, rasio C/N 11,66, N-total 0,90, P 0,49
dan K 0,15. Angka tersebut hampir memenuhi syarat baku mutu pupuk organik; (iii)
kandungan unsur makro yang terdapat pada Inoculum Bokashi 30 hari pada penelitian ini
adalah C-organik 9,29, rasio C/N 11,33, N-total 0,90, P 0,49 dan K 0,16. Unsur hara ini
masih belum memenuhi baku mutu pupuk organik; (iv) kandungan unsur makro yang
terdapat pada Inoculum Natural 60 hari pada penelitian ini adalah C-organik 17,14, rasio
C/N 16,31, N-total 1,05, P 0,50 dan K 0,16. Unsur hara ini telah memenuhi standar baku
mutu pupuk organik antara 15-25; dan (v) kandungan unsur makro yang terdapat pada
Inoculum Bokashi 60 hari pada penelitian ini adalah C-organik 15,3, rasio C/N 11,66, Ntotal
1,02,
P
0,50
dan
K
0,16.
Unsur
hara
ini
telah
meningkat
dari
kompos
30
hari.


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK