<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="62954">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN KECEMASAN KEMATIAN PADA DEWASA MADYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Liza Merizka</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Masa dewasa madya biasa disebut dengan masa paruh baya atau masa peralihan&#13;
dari dewasa awal menuju dewasa akhir yang memiliki rentang usia antara 40–60&#13;
tahun. Masa ini ditandai oleh adanya perubahan-perubahan fisik dikarenakan&#13;
terjadinya perubahan secara biologis seperti generativitas dan menurunnya&#13;
kesehatan. Saat kesehatan menurun, maka individu merasa lebih memikirkan akan&#13;
kematian. Kecemasan terhadap kematian menjadi lebih meningkat pada usia ini&#13;
dibandingkan dengan usia lainnya. Salah satu strategi yang efektif untuk&#13;
menghadapi kecemasan kematian adalah meningkatkan religiusitas. Tujuan&#13;
penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan&#13;
kecemasan kematian pada dewasa madya. Teknik pengambilan sampel yang&#13;
digunakan adalah insidental sampling. Sampel penelitian berjumlah 60 individu&#13;
dewasa madya (35 laki-laki dan 25 perempuan). Pengumpulan data menggunakan&#13;
skala MRPI dan DAS. Analisis data menggunakan teknik korelasi Spearman yang&#13;
menunjukkan nilai (r) = -0,461 p = 0,004 (p &lt; 0,05) sehingga dapat diartikan bahwa&#13;
terdapat hubungan negatif antara religiusitas dengan kecemasan kematian pada&#13;
dewasa madya. Hal ini mengindikasikan semakin tinggi skor religiusitas maka&#13;
semakin rendah skor kecemasan kematian, demikian juga sebaliknya. Dengan&#13;
demikian, dapat disimpulkan bahwa religiusitas berkaitan dengan kecemasan&#13;
kematian pada dewasa madya.&#13;
Kata kunci : religiusitas, kecemasan kematian, dewasa madya.</note>
 <subject authority="">
  <topic>ISLAM</topic>
 </subject>
 <classification>657.46</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>62954</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-09-13 10:29:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-07 10:44:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>